Sambil Belajar Bahasa Inggris, Menyelami Budaya Indonesia

107

SENIN, 3 APRIL 2017

MALANG — Sekitar 200 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menunjukkan kebolehannya bercerita dengan menggunakan Bahasa Inggris atau story telling dalam ajang Brawijaya Language Center (BLC) Education Fair 2017. Perlombaan yang digelar di gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB) tersebut diikuti oleh siswa siswi SD dan SMP se-Jawa Timur.

Salah seorang peserta story telling menunjukkan kebolehannya.

“Tema yang diangkat dalam lomba story telling yakni  “Traditional Culture of Indonesia”. Jadi nanti para peserta lomba membawakan cerita mengenai kebudayaan atau cerita rakyat dari Indonesia yang disampaikan dengan bahasa Inggris,” jelas Direktur BLC, Sugeng kepada Cendana News, Senin (3/4/2017).

Sugeng menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan BLC kepada masyarakat lewat lomba bercerita dengan menggunakan bahasa Inggris (Story telling). Selain itu, di tempat yang sama besok juga lomba mewarna untuk anak-anak TK dan acara speak up anti galau dan anti PHP(istilah anak muda untuk memberikan harapan palsu) serta berbagai pertunjukkan dari siswa SMP dan SMA se-Malang Raya.

“Melalui ajang ini kami ingin mencari bibit bibit potensial yang mampu berbahasa Inggris tetapi juga mengetahui mengenai kebudayaan Indonesia,” ujarnya.

Menurut Sugeng, saat ini di beberapa sekolah sudah ada yang menjadikan bahasa asing sebagai muatan lokal dan adapula yang menjadikannya sebagai ekstrakulikuler. Bahkan di TK pun saat ini sudah ada yang mulai memberikan ekstrakulikuler bahasa asing. Dengan begitu anak-anak bisa semakin mengenal dunia luar lewat bahasa sebagai jendela pengetahuan.

“Tetapi saya juga berpesan agar anak-anak atau generasi muda tidak meninggalkan budaya Indonesia. Kita memang harus bangga menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi selain itu juga harus bisa menguasai bahasa asing dan jangan sampai lupa melestarikan bahasa daerah,” pungkasnya.

Pendeknya lomba ini memberikan manfaat ganda, anak-anak bisa Belajar Bahasa Inggris, tetapi juga bisa menyelami budaya Indonesia.  Karena anak-anak mau tidak mau mempelajari aspek budaya Indonesia untuk diceritakan dengan Bahasa Inggris. 

Jurnalis: Agus Nurchaliq/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Agus Nurchaliq

Komentar