SDN 1 Klaten Mulai Gunakan Gerakan Senam Baru, SSAI

43

JUMAT, 7 APRIL 2017

LAMPUNG — Kegiatan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) yang dilakukan setiap hari Jumat oleh setiap sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SLTA, masih menggunakan beberapa gerakan senam lama, seperti Senam Ria Anak Indonesia, Pramuka, Senam Seribu dan lainnya. Namun, kini mulai diajarkan lagi gerakan senam baru yang disebut Senam Sehat Anak Indonesia (SSAI).

Sejumlah siswa SDN 1 Klaten mulai gunakan SSAI

Salah satu sekolah yang telah menggunakan senam baru SSAI itu adalah SDN 1 Klaten, Lampung Selatan. Kepala Sekolah SDN 1 Klaten, Slamet, S.Pd., mengatakan, berbagai gerakan senam baru yang diajarkan kepada para siswa memang selalu berganti setiap tahunnya, untuk memberikan suasana berbeda dan mencegah kebosanan.

“Berbagai gerakan senam memang mengalami pembaharuan, dan kita mendapat pelatihan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lampung Selatan, dan ini menghindari anak-anak bosan,” terangnya, saat ditemui Cendana News usai senam kesegaran jasmani di halaman sekolah, Jumat (7/4/2017).

Slamet menyebut, sejak akhir Maret, lalu, pihak sekolah mulai menjalankan latihan bersama SSAI dengan guru-guru sekolah lainnya. Gerakan SSAI yang merupakan gerakan baru itu kemudian diajarkan kepada seluruh siswa yang dilakukan setelah pulang sekolah atau sore hari. Gerakan-gerakan baru di antaranya gerakan pemanasan, gerakan peralihan, gerakan inti dan gerakan pendinginan, tersebut sebelumnya dilatihkan kepada guru olahraga dan dua siswa.

Dua orang guru olahraga dari sekolah dan dua siswa sebelumnya mendapat pelatihan dari Dinas Pemuda dan Olahraga untuk selanjutnya dilatihkan kepada anak-anak di masing masing sekolah. Meski menjadi sebuah gerakan baru, namun sebagian besar siswa mulai dapat menyerap semua gerakan baru SSAI tersebut dan menambah gerakan senam dari senam-senam sebelumnya yang juga masih digunakan.

Salah satu guru olahraga SDN 1 Klaten, Subiati, mengungkapkan gerakan baru SSAI diajarkan di sekolah sebagai sebuah gerakan yang bisa menghilangkan rasa bosan para siswa, yang selama ini mengenal beragam gerakan senam. Variasi yang cukup beragam tersebut bahkan bisa cepat ditangkap selama latihan lima hari oleh sebanyak 106 siswa mulai dari kelas I hingga kelas VI.

Subiati dan para siswanya

“Selain gerakannya cukup menyenangkan, siswa juga dengan cepat menangkap setiap gerakan yang kami ajarkan, sehingga setiap hari Jumat sudah menggunakan SSAI untuk senam kesegaran jasmani,” ungkap Subiati.

Kegiatan senam kesegaran jasmani dengan gerakan baru, sekaligus mendorong siswa untuk berprestasi di bidang olahraga. Pergantian setiap gerakan senam dilakukan hampir setahun sekali, untuk memberi gerakan yang lebih variatif.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Komentar