Sebanyak 33 Anggota Polisi Adukan Pimpinannya Ke ORI Papua

40

KAMIS, 6 APRIL 2017

JAYAPURA — Sebanyak 33 anggota Polres Puncak Jaya belum menerima gaji, tunjangan beras selama tiga bulan dan remunerasi selama dua bulan. Hal ini terungkap sesuai laporan anggota polisi itu di kantor perwakilan Ombusman Republik Indonesia (ORI) Provinsi Papua.

Kegiatan Polisi di Papua (ilustrasi).

“Sebanyak 33 anggota Polres Puncak Jaya mengadukan bahwa gaji dan tunjangan beras sejak Januari sampai Maret belum dibayar. Remunerasi dua bulan dari Februari sampai Maret tak diberikan juga,” kata Kepala perwakilan ORI provinsi Papua, Sabar Olif Iwanggin ke sejumlah jurnalis di Kota Jayapura, Kamis (06/04/2017).

Saat dirinya bertanya kepada tiga perwakilan dari 33 anggota Polres Puncak Jaya yang datang Rabu (05/04/2017) kemarin mengatakan alasan pimpinan mereka bahwa gaji, tunjangan beras dan remunerasi telah dikembalikan ke kas Negara.

“Itu saja laporannya kepada kami. Yang sudah dikembalikan ke kas Negara semuanya, gaji, tunjangan beras dan remunerasi. Jadi mereka pertanyakan itu,” dijelaskan Iwanggin.

Menyikapi hal tersebut pihaknya telah menyampaikan ke pimpinan-pimpinan dalam jajaran Polres Puncak Jaya yang berkompeten dengan hal itu. “Sudah baru disampaikan. Mereka sampaikan bahwa mereka laksanakan tugas antara mati dan hidup. Karena semua hak-hak mereka tak diberikan maka mereka pertanyakan itu,” ujarnya.

Kapolres Puncak Jaya, AKBP Marthen Hutabarat saat dihubungi telepon selulernya dari sejumlah jurnalis sejak siang hingga malam, selulernya tak tersambung atau non aktif.

Sementara Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A. Musthofa Kamal saat dikonfirmasi chat medsos Whatsapp mengaku akan dicek informasi tersebut. “Dicek dulu,” kata Kombes Pol A. Musthofa Kamal.

Kepala perwakilan ORI Provinsi Papua, Sabar Olif Iwanggin.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Redaktur: Irvan Sjafari/Indrayadi T Hatta
?

Komentar