Sejumlah Titik Ruas Jalan Negara Trans Flores, Terputus

0
20

MINGGU, 2 APRIL 2017

MAUMERE — Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Sikka, Ende dan Flores Timur, sejak Sabtu (1/4/2017) hingga Minggu (2/4/2017), sore menyebabkan jembatan Jalan Negara Trans Flores yang menghubungkan Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur dan Kota Maumere, Kabupaten Sikka, putus.

Jalan negara di desa Hoder yang menghubungkan kota Maumere dan Larantuka, terputus akibat dihantam banjir.

Selain itu, hujan juga membawa timbunan tanah yang dijadikan jalan alternatif di jalan negara Desa Nita, Kecamatan Nita, yang menghubungkan Kabupaten Sikka dan Ende, akibat adanya pembangunan jembatan. Debit air yang melewati cross way di Jembatan Kolisia, Kecamatan Magepanda, sangat tinggi dan menyebabkan arus kendaraan dari arah pantai utara Kabupaten Ende dan Nagekeo yang hendak menuju Kota Maumere, Kabupaten Sikka atau sebaliknya, pun terputus.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Muhamad Daeng Bakir, saat dihubungi Cendana News, Minggu (2/4/2017). Daeng Bakir mengatakan, debit air yang tinggi akibat curah hujan yang tinggi membuat air mengalir melewati Kali Mati yang sedang dibangun jembatan di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, sehingga menggerus timbunan tanah dan membawa serta pondasi jembatan baru yang sedang dikerjakan di Jalan Negara Trans Flores, ini.

“Hujan sangat lebat, sehingga air yang mengalir deras membawa semua material tanah dan batu yang dijadikan jalan darurat serta pondasi di jembatan baru yang sedang dikerjakan,” ujarnya.
Akibat terputusnya jembatan darurat, penumpang bus yang dari Kota Larantuka hendak ke Maumere ataupun sebaliknya harus turun berjalan kaki dan menyeberang melewati Kali Mati, untuk berganti kendaraaan menuju tempat tujuan.

Warga Desa Magepanda, Yosep Teta, yang dihubungi Cendana News mengakui, akibat hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Sikka sejak kemarin membuat debit air di Kali Mati meningkat dan melintasi cross way di Desa Kolisia, sehingga membuat kendaraan tidak bisa melintas. “Sejak tadi pagi kendaraan tidak bisa melintas, karena air yang melewati cross way sangat deras dan membuat kendaraan roda empat dan dua tidak berani melintas,” terangnya.

Banjir yang melewati cross way di Jalan Negara Desa Kolisia menyebabkan kendaraan dari Kota Ende dan Mbay di wilayah barat Flores menuju Kota Maumere di wilayah timur atau sebaliknya, lumpuh.

Ditambahkan Yosep, mendekati sore hari sekitar pukul 14.00 WITA, debit dan ketinggian air yang melintasi cross way mulai berkurang, sehingga bus dan truk sudah bisa melintas, sementara sepeda motor harus dituntun untuk melewati jalur jalan dengan lebar sekitar 4 meter ini. “Tadi saya tanya sopir bus Maumere-Mbay, mereka katakan banyak jembatan di sepanjang jalan negara trans utara Flores sejak dari Kabupaten Ende hingga Nagakeo, rusak akibat terbawa banjir,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, hujan kembali mengguyur Kabupaten Sikka diserati angin kencang, sehingga menyebabkan banyak warga yang berdiam di sekitar Kali Mati di Keluarahan Kabor dan Kota Baru Maumere harus berjaga-jaga, sebab debit air semakin meningkat dan bila hujan tidak berhenti, dikhawatirkan air akan meluap ke rumah warga.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Komentar