SMK di Sumbar Perlu Sarana Prasana yang Memadai

57

RABU, 5 APRIL 2017

PADANG — Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit menegaskan masih minimnya sarana prasarana yang dimiliki oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumbar. Menurutnya ke depan pemprov akan memajukan dan mengembangan pola pengembangan pendidikan kejuruan di SMK.

Wagub Sumbar Nasrul Abit saat meninjau berlangsungnya UNBK di SMK Padang.

Namun, untuk melalukan hal tersebut, Nasrul menyatakan perlu untuk menyiapkan Peraturan Gubernur (pergub) sebagai payung hukum dalam mendorong dan meningkatkan produktivitas di SMK. Ia mengaku, hal tersebut belum bisa dilakukan sesegera mungkin, karena masih menunggu aturan-aturan, seperti turunan dari UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, apakah itu Peratuaran Pemerintah (PP) dan aturan pendukung lainnya, pada kewenangan sektor pendidikan dari pemerintah pusat.

“Apabila itu sudah jelas, nanti baru bisa kita tindak lanjuti sesuai kententuan yang berlaku dalam memajukan dan memantapkan program pendidikan kejuruan di SMK ini,” ujarnya, Rabu (5/4/2017), saat melakukan peninjauan ujian nasional di SMK 5 dan SMK Padang.

Menurutnya, SMK yang ada di Sumbar perlu memiliki spesialisasi dan ada sarana prasarana melatih serta praktek siswa dalam memahami praktek keilmuan kejuruan yang didapat siswa dalam pembelajaran di sekolah. Tentu ini akan bermanfaatkan dalam menyiapkan tenaga kerja Sumbr yang handal dan profesional, dan bisa bersaing di pasar kerja global saat ini.

“Kita tentunya amat mendukung proses pembelajaran praktek bagi sekolah kejuruan ini, agar siswa dapat mengembangkan diri dan memiliki pengalaman kerja yang baik dalam menjalankan profesinya kelak. Tidak perlu banyak jurusan tapi tidak memiliki spesialisasi. Oleh karena itu cukup beberapa jurusan saja siapkan sarana prasarana pendukung dari jurusan tersebut, sehingga siswa kita siap bersaing masuk pasar kerja,” kata Nasrul.

Selain itu, Nasrul Abit juga menyampaikan kegiatan pelaksanan UNBK dan UNKP di Sumbar hingga hari ini berjalan baik, aman dan lancar. Meski ada kemarin ada sebuah kejadian di Batipuh, yakni listrik padam sesaat, namun proses ujian pun bisa berjalan kembali.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Burhasman mengatakan, di Sumbar untuk SMK baik itu SMK negeri ataupun SMK swasta ada berjumlah sebanyak 207 sekolah. Soal sarana prasarana yang di SMK itu memang tidak semua SMK yang memiliki sarana prasarana yang memadai, bahkan sebagian besar memang belum memiliki sarana prasana yang memadai. Hal ini terlihat saat menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yakni hanya 70 persen dari 207 SMK negeri dan swasta di Sumbar yang menyelenggarakan UNBK.

“Tentunya kedepan ini menjadi perhatian bersama, agar SMK bisa memiliki sarana prasana yang memadai, sehingga bisa memiliki keahlian yang bagus, karena ilmu yang dipelajari perlu ada praktenya,” tutupnya.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Muhammad Noli Hendra

Komentar