Sukses Angkat Ekonomi Masyarakat, Tabur Puja Diharapkan Sasar Semua Posdaya di Sumbar

0
16
JUMAT, 7 APRIL 2017
PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri —  Kesuksesan demi kesuksesan terus diraih oleh skim Tabur Puja [Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera] program Yayasan Damandiri dalam memberdayakan masyarakat, terutama dalam bidang perekonomian. Berbagai permasalahan dalam meningkatkan kualitas hidup terutama di bidang ekonomi terus mendapatkan jawaban dan pemecahan.
Kiri ke kanan: Tim Cendana News, Edi Suandi, Hesti Mayasari, Arnes Satriani, dan Sepris Yonaldi.

Seperti halnya yang terlihat di dua daerah di Sumatera Barat, yakni Kota Padang dan Kabupaten Solok. Sebagai contoh, pedagang kaki lima yang berada di Koto Baru Solok yang berhasil mengangkat perekonomian, bahkan dapat melunasi dua unit motor dalam beberapa tahun. Atau seorang perajin tenun songket pandai sikek, yang sebelumnya hanya sebagai penerima upah hingga mampu berdikari, serta banyak contoh lainnya.

Yang tidak kalah sukses, yakni mampu menekan menjamurnya ‘bank keliling’ atau rentenir di dua daerah tersebut. Karena dengan kemudahan Tabur Puja dalam memberikan pinjaman menjadi buruan dari masyarakat kecil, pedagang, dan petani yang tidak memiliki agunan. Hanya bermodalkan KTP dan kartu keluarga sudah dapat mengajukan pinjaman.
Melihat kesuksesan Tabur Puja tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Taman Siswa yang juga salah satu Tokoh Posdaya di Sumatera Barat, Sepris Yonaldi, SE., MM., menilai bahwa kesuksesan tersebut juga patut dirasakan oleh masyarakat yang ada di seluruh wilayah Sumatera Barat.
“Hal ini perlu juga dikembangkan di ratusan Posdaya yang ada di Sumatera Barat,” sebut Sepris yang didampingi Arnes Satriani, SH, MH, juga salah satu tokoh Posdaya di Sumbar, saat berbincang dengan Tim Cendana News di Universitas Taman Siswa.
Skim Tabur Puja merupakan sebuah program yang langsung menyentuh masyarakat dan tentunya sangat mengangkat potensi perekonomian melalui pinjaman yang mudah, jasa ringan serta adanya pendampingan dari Posdaya.
Permasalahan yang paling sering dihadapi masyarakat dalam mengembangkan perekonomiannya adalah permasalahan modal. Tanpa adanya tambahan dana, usaha yang dijalani pedagang kecil lebih banyak jalan di tempat. Namun jika meminjam ke rentenir yang mudah dalam pencairan malah akan membuat pedagang kecil tambah kesulitan.
“Bahkan mungkin akan gulung tikar,” katanya.
Melihat dari keberhasilan dan kesuksesan dalam memberdayakan perekonomian masyarakat di dua wilayah yang ada di Sumatera Barat, Kota Padang dan Kabupaten Solok, perlu dikembangkan ke berbagai daerah lain yang dinilai berpotensi.
“Mungkin secara bertahap hal ini dapat diterapkan di ranah Minang,” sebutnya.
Hal tersebut juga disampaikan Arnes Satriani, ia menambahkan, kesuksesan yang telah diraih skim Tabur Puja di Kota Padang dan Kabupaten Solok perlu diluncurkan juga di berbagai daerah di Sumbar.
“Antusias masyarakat terhadap Posdaya saja sudah tinggi, apalagi ditambah dengan skim Tabur Puja di setiap Posdayanya,” sebut wanita yang murah senyum ini.
Dikatakan, di ratusan Posdaya yang sudah ada di Sumbar, untuk pembinaan dalam empat pilar sudah berjalan dengan baik, di antaranya, kesehatan yang menyasar Posyandu hingga lansia, perekonomian, lingkungan, hingga pendidikan.
“Jika ditambah dengan skim Tabur Puja tentunya memberikan nilai lebih dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tutupnya.
Jurnalis: ME. Bijo Dirajo / Editor: Satmoko / Foto:  ME. Bijo Dirajo

Komentar