Supervisi Targetkan Seluruh Posdaya di Sumbar Mandiri

44

JUMAT, 7 APRIL 2017

PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri  — Sebanyak 20 Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) yang tersebar di Kota Padang dan Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), untuk tahap pertama ini telah dinyatakan sebagai Posdaya yang mandiri.

Supervisi Wilayah Project Managing Unit (PMU) Tabur Puja Wilayah V Sumbar, Edi Suandi.

Supervisi Wilayah Project Managing Unit (PMU) Tabur Puja Wilayah V Sumbar, Edi Suandi, mengatakan, 20 Posdaya yang ditetapkan sebagai Posdaya Mandiri itu, karena telah memenuhi beberapa kriteria selama berjalannya Posdaya tersebut. Kriteria yang dimaksud, yakni telah memiliki nasabah sebanyak minimal 100 orang, dan tidak ada tunggakan kreditnya, serta tentunya Posdaya telah berjalan selama tiga tahun.

“Di Sumbar saat ini ada 75 Posdaya, untuk di Padang ada 51 Posdaya dan di Solok ada 24 Posdaya. Jadi, masing-masing daerah itu untuk tahap awal ini, Posdaya yang mandiri, Padang ada 10 Posdaya dan Solok 10 Posdaya juga,” ujarnya di Padang, Jumat (7/4/2017).

Ia menyebutkan, 20 Posdaya yang telah mandiri bukti nyata bahwa Posdaya yang selama ini berada di bawah koperasi seperti Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, dan di Kabupaten Solok  KPRI Kencana BKKBN Solok, telah menjalankan Posdaya dengan baik yang tersebar di kelurahan-kelurahan.

Namun, saat ini pula, 20 Posdaya yang telah mandiri itu akan memisahkan diri secara sepenuhnya pada bulan April 2017 mendatang. Setelah mandiri, Posdaya tersebut nanti akan mengembangkan dan membuat kelompok-kelompok baru.

“Setelah mandiri, prosedur yang dijalani oleh Posdaya yang telah mendiri itu nantinya akan mengajukan pinjaman uang ke koperasi seperti KSU Derami dan KPRI Kencana BKKBN Solok tersebut. Jadi, nanti ada maksimal pinjamannya ke koperasi sebanyak Rp200 juta,” jelasnya.

Sementara untuk Asisten Kredit (AK) bagi Posdaya yang mandiri tidak ada lagi perannya. Karena untuk Posdaya yang bukan mandiri, AK memiliki peran untuk terus turun ke lapangan satu kali dalam satu minggu, untuk memastikan kondisi Tabur Puja yang ada di setiap kelurahan.

Edi menyampaikan, ke depan targetnya memang akan memandirikan seluruh Posdaya yang ada, karena bukti Posdaya yang maju itu harus menjadi Posdaya yang mandiri. Jika Posdayanya tidak mandiri dan hanya “segitu-gitu saja” perjalanannya, hal tersebut bukan hal yang bagus.

“Dengan telah menjadi Posdaya mandiri, maka kelompok baru akan bermunculan dari cabang Posdaya mandiri itu. Sehingga target untuk membantu masyarakat pra sejahtera secara merata bisa terwujud,” katanya.

Selain ada 20 Posdaya yang mandiri pada tahap pertama tahun 2017 ini, ke depan tahap demi tahap dari 75 Posdaya yang ada di Sumbar, akan dijadikan mandiri juga. Asal memenuhi kriteria untuk menjadi mandiri. Misalnya untuk tahap kedua, juga ada 20 Posdaya lagi, 10 Posdaya di Padang dan 10 Posdaya di Solok.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/ Editor: Satmoko / Foto: Muhammad Noli Hendra

Komentar