Tabur Puja, Turunkan Jumlah Keluarga Miskin di Sribitan

71

MINGGU, 2 APRIL 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Keberadaan program Tabur Puja di Posdaya Kanthil Kuning, Dusun  Sribitan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, sejak 2014 diakui berdampak signifikan dalam memperbaiki ekonomi warga. Kepala Dusun Sribitan, Supardal, mengatakan, jumlah warga miskin di dusunnya berkurang setelah adanya Posdaya dan Tabur Puja.

Pertemuan rutin melibatkan semua warga di Posdaya Kanthil Kuning Dusun Sribitan.

Menurut Supardal, beragam program Posdaya di bidang pemberdayaan telah meningkatkan perekonomian warga, melalui sejumlah usaha yang didirikan, baik di bidang perdagangan maupun jasa. Tumbuh dan berkembangnya sejumlah usaha kecil mikro ini bahkan terbukti mampu mengangkat status ekonomi sejumlah warga, dari yang semula Keluarga Pra Sejahtera menjadi Keluarga Sejahtera I, II dan III. Tak hanya itu, jumlah keluarga miskin di Dusun Sribitan juga menurun setiap tahunnya, pasca adanya program Tabur Puja.

“Dari total 267 KK pada 2014, jumlah keluarga pra sejahtera di Dusun Sribitan mencapai lebih dari 30 KK. Tapi, sekarang banyak yang sudah meningkat menjadi keluarga sejahtera I. Sekarang berkurang menjadi sekitar 27 KK. Jumlah keluarga miskin pada 2014 itu juga mencapai 90 KK. Pada 2015, menurun menjadi 67 KK dan di  2016 menjadi 37 KK,” jelas Supardal.

Tak hanya menggerakkan perekonomian warga, program Tabur Puja secara tidak langsung, diakui Supardal juga mampu mendorong berbagai kegiatan pemberdayaan di bidang lain, seperti pendidikan, lingkungan, hingga kesehatan. Hal itu terjadi karena sebagian hasil pendapatan simpan pinjam Tabur Puja dimanfaatkan untuk program kegiatan pemberdayaan Posdaya. Sejumlah warga yang kondisi ekonominya meningkat, tak jarang juga kerap menyisihkan pendapatannya untuk kegiatan Posdaya.

“Jadi, memang saling mendukung. Pelatihan-pelatihan kewirausahaan lewat kegiatan Posdaya seperti pembuatan kerajinan, kuliner pembuatan sirup, jahe, dan lain-lain, bisa termodali dengan dana pinjaman Tabur Puja yang dijalankan Posdaya. Sebagian dana simpanan Tabur Puja juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan Posdaya lainnya, seperti PAUD,” jelasnya.

Supardal

Ketua Posdaya Kanthil Kuning, Sumiyem, menambahkan, jika selama ini pihaknya memprioritaskan pemanfaatan program pinjaman modal usaha Tabur Puja bagi warga yang lemah secara ekonomi, khususnya keluarga pra sejahtera. Tak hanya diberikan kepada warga yang telah memiliki usaha, melainkan juga kepada warga yang belum memiliki usaha, namun berniat mendirikan usaha.

“Mayoritas peminjam Tabur Puja adalah ibu-ibu rumah tangga yang tidak memiliki usaha. Dengan meminjam dana modal usaha ini, mereka kini mulai memiliki penghasilan dengan berjualan kecil-kecilan. Seperti membuka warung makan, membuat kerajinan, buka laundri, jual pulsa, dan sebagainya,” katanya.

Meski demikian, Sumiyem mengakui jika pihaknya belum mampu menyasar seluruh warga miskin atau warga pra sejahtera di dusunnya, karena tidak semua lolos tahap seleksi. Selain itu, juga sementara ini pihaknya lebih memfokuskan pemberian bantuan modal usaha kepada warga yang telah memiliki KK Dusun Sribitan. Pasalnya, banyak warga Dusun Sribitan merupakan pendatang yang belum menjadi warga Bantul.

“Di wilayah Sribitan ini, sebenarnya total ada 700-an KK dan mayoritas pendatang. Tapi, yang menjadi KK Warga Sribitan baru sekitar 267 KK. Dari total 9 RT, 6 RW merupakan warga yang tinggal di perumahan. Sementara hanya 3 RT yang merupakan penduduk asli. Sebenarnya, banyak warga di perumahan itu yang ingin mengikuti program Tabur Puja, namun karena bukan warga sini, maka tidak bisa,” kata Sumiyem.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana/ Istimewa

Komentar