Tepat Pilih Pinjaman, Usaha Dagang Pakaian Siti, Melesat

64

SENIN, 3 APRIL 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Demi mencukupi kebutuhan, Siti Aminah (49) turut membantu suami dengan berjualan pakaian keliling. Namun, modal minim membuat penghasilannya terbatas. Sedangkan mencari pinjaman untuk menambah modal usaha tidak mudah. Apalagi, Siti tak punya barang berharga yang bisa dijaminkan. 

Siti Aminah

Berbagai keterbatasan itu tak membuat ibu rumah tangga dengan dua anak tersebut menyerah begitu saja. Kebutuhan hidup sehari-hari kian mahal, apalagi dua anaknya butuh biaya sekolah. Dan, pekerjaan suami sebagai karyawan swasta hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Warga RT 8, Dusun Sribitan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, itu pun tekun berjualan pakaian keliling ke sejumlah pasar tradisional. Dari pagi hingga siang, dan sore harinya keliling ke rumah-rumah warga dengan sepeda motornya.

Saat ditemui di rumahnya, Siti Aminah menceritakan, usaha berjualan keliling pakaian itu dilakoninya sejak 2013. Saat itu, omset per bulannya masih kecil. Hanya sekitar Rp500 ribu. “Waktu itu, suami saya masih bekerja sebagai karyawan swasta. Saya hanya membantu dengan jualan pakaian di pasar-pasar. Biasanya itu berpindah-pindah mengikuti hari pasaran. Kadang ke Bantul, kadang juga sampai ke Kulonprogo,” katanya.

Selama setahun berjalan, Siti merasa usahanya itu agak menjanjikan. Namun karena modalnya hanya kecil, penghasilannya pun tak bisa maksimal. Ia pun mulai berpikir untuk mencari pinjaman modal. Saat itu, pikiran tersebut hanya terlintas saja, karena mencari pinjaman modal bagi orang kecil sepertinya tidak mudah. Harus punya jaminan, dan prosesnya pun lama dan belum tentu bisa berhasil.

Di saat-saat itulah, Siti mendengar kegiatan Posdaya Kanthil Kuning di dusunnya memiliki program Simpan Pinjam Tabur Puja. Siti pun memutuskan meminjam modal usaha Tabur Puja itu sebesar Rp2 juta. Uang itu digunakan untuk menambah dagangannya, berupa pakaian sehari-hari, mulai dari kaos, celana, kemeja, daster, dan sebagainya. Semua dagangan itu dibelinya dari Klaten, Jawa Tengah.

Seiring dengan bertambahnya modal usaha, Siti semakin bersemangat. Penghasilannya pun juga meningkat. Tidak terasa, setahun terlalui dan pinjaman itu terlunasi. Lalu, Siti kembali meminjam lagi sebesar Rp2,5 juta. Uang itu digunakan lagi untuk menambah dagangannya, dan memberanikan diri menjual alat-alat dapur seperti panci, penggorengan, dan lain-lain. “Tahun 2015, saya memutuskan pinjam lagi ke Posdaya sebesar Rp3 juta. Uang itu saya gunakan untuk tambahan membeli motor roda tiga. Jadi, saya bisa membawa dagangan lebih banyak. Kebetulan suami saat itu juga sudah tidak bekerja, sehingga mulai ikut berjualan ke pasar-pasar,” katanya.

Dengan adanya kendaraan roda tiga itu, usaha Siti Aminah semakin berkembang. Selain berjualan bersama suami, ia juga masih kerap berjualan sendiri di lokasi berbeda menggunakan motornya. Jika pada awal berjualan omsetnya hanya  sekitar Rp500 ribu per hari, kini dalam satu hari sudah mencapai Rp1 juta. “Pinjam modal uang Tabur Puja di Posdaya lebih enak, karena lebih kekeluargaan. Di bank itu kan jaminannya besar. Di sini tidak ada jaminan. Prosesnya juga lebih cepat, tidak perlu survei. Setiap bayar cicilan juga tidak perlu jauh-jauh ke bank untuk antri. Jadi, lebih enak dan bisa sekalian menabung juga,” kata Siti.

Dengan berkembangnya usaha, Siti mengaku bisa membantu suaminya dalam menghidupi keluarga. Selain untuk makan sehari-hari, dari hasil berjualan itu Siti bahkan bisa merenovasi rumah dan menyekolahkan kedua anaknya hingga ke perguruan tinggi swasta terkemuka di Yogyakarta. “Alhamdulillah, bisa rehab rumah dan menyekolahkan anak. Ini anak saya yang satu sudah semester akhir, yang satunya baru semester dua. Ya, semua saya biayai dari hasil berjualan ini,” ujar Siti.

Ke depan, Siti mengaku masih tetap ingin mengembangkan usahanya  dengan bantuan pinjaman modal Tabur Puja di Posdaya. Ia berkeinginan usahanya dapat terus berkembang, hingga suatu saat bisa memiliki ruko sendiri. “Setelah cicilan tahun ini lunas, ingin pinjam lagi. Biar usaha terus berkembang dan perputaran omset terus meningkat. Cita-cita saya ingin punya ruko sendiri,” katanya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar