Terkait Dugaan Calo di DPRD, Sekertaris Gapensi Sikka Klaim Tidak Asal Bicara

50

SELASA, 4 APRIL 2017

MAUMERE  — Ketua fraksi partai Nasdem DPRD Sikka, Silverius Florentinus Angi menilai, pernyataan Sekertaris Gapensi Sikka, Paul Papo Belang terkait adanya oknum anggota DPRD yang menjadi Papalele atau jual beli proyek dinilai sudah mencemarkan nama baik.

Ketua fraksi partai Nasdem DPRD Sikka Silverius Florentinus Angi

“Pernyataan tersebut dinilai sudah mencemarkan nama baik dan menghina lembaga dewan yang terhormat sehingga harus diproses hukum,” sebutnya di kantor DPRD Sikka, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Siflan, saat didesak dalam pertemuan antar pimpinan fraksi dan pimpinan dewan, Papo tidak mau menyebutkan nama enam anggota dewan yang dikatakan sebagai calo proyek. Menurutnya, Papo sudah memfitnah anggota DPRD dan lembaga DPRD Sikka.

“Saya mau sampaikan kepada masyarakat, Papo menghina lembaga DPRD Sikka tapi kenapa pimpinan tidak mau memprosesnya dan seharusnya pimpinan mengagendakan dengan anggota melapor Papo secar resmi ke polisi,” katanya.

Sementara itu, Sekertaris Gapensi Sikka, Paul Papo Belang menyatakan bahwa pernyataan yang dilontarkannya Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) cabang Sikka soal dugaaan adanya oknum DPRD II kabupaten Sikka yang menjadi calo proyek tidak mungkin asal berbicara saja.

Sekertaris Gapensi Sikka Paul Papo Belang bersama anggota Gapensi Sikka di gedung DPRD Sikka

Dikatakan Papo, dirinya hanya mau katakan saja, yang mengerjakan proyek itu adalah rekanan yang juga merupakan anggota Gapensi Sikka sehingga bila Gapensi berbicara tidak mungkin tidak ada dasarnya.

 “Apa yang dilakukan ini dalam rangka melakukan refleksi untuk perbaikan kinerja, penjagaan pencitraan kewibawaan dan memaksimalkan fungsi pengawasan dan Gapensi punya dasar saat membicarakannya,” ungkapnya kepada Cendana News, Selasa (4/4/2017).

Papo mempersilahkan kalau ada yang merasa difitnah dan melaporkannya ke polisi sebab Gapensi tidak pernah memfitnah dan tidak mau menanggapi soal itu sebab tidak mau memperlebar permasalahan yang sedang terjadi.

“Kami tidak mau masuk ke jalur lain, jalur kami jalur profesi dan kami hanya menjalankan tugas profesi berdasarkan kode etik Gapensi dan seruan tersebut berdasarkan seruan moral berdasarkan kode etik kami,” jelasnya.

Jurnalis : Ebed de Rosary / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary

Komentar