Tiga Anggota Posdaya Jeruk Bentuk Trio Kembang Goyang

50

SELASA, 4 APRIL 2017

JAKARTA — Berawal dari perkenalan di Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Jeruk, tiga orang anggota Posdaya Jeruk,  Asmiyah (52), Nining Syarifah (54) dan Nuriyanah (46) membentuk kelompok kecil untuk memproduksi salah satu jajanan Betawi, Kembang Goyang sebagai produk industri rumahan mereka.

 Asmiyah (52), Nining Syarifah (54) dan Nuriyanah (46) dan seorang pengurus posdaya.

Usaha yang tidak sia-sia, berkat usaha kembang goyang yang sudah dijalaninya dua tahun itu mereka bisa membantu ekonomi keluarganya di tengah tingginya biaya HIDUP Ibukota Jakarta ini.

Tak tanggung-tanggung, sebagai pengusaha industri rumahan yang masih baru, setiap hari mereka bertiga mampu memproduksi hingga tiga kilogram (kg) Kembang Goyang. Di mana setiap kg Kembang Goyang bisa menjadi delapan bungkus siap jual.

Industri rumahan kembang goyang mereka, diawali oleh perhatian mereka ke makanan ringan khas Betawi ini. Kembang goyang sangat banyak peminatnya saat puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Akhirnya, dengan kesamaan berfikir dan tujuan yang sama akhirnya mereka bersepakat untuk mengajukan pinjaman melalui Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera) yang diinisiasi oleh Yayasan Damandiri.

Mereka mengaku tidak keberatan dengan program Tabur Puja, karena dengan program itu, mereka bisa mendapatkan pinjaman dengan cara yang mudah, bahkan tanpa agunan dan mengutamakan kepercayaan sesama anggota yang tak lain adalah para tetangga di sebuah lingkungan.

Saat memulai produksi, diperlukan waktu yang tidak sedikit dalam memproduksi Kembang Goyang itu. Sekurang-kurangnya diperlukan waktu hingga dua jam untuk menyelesaikan 1 kg Kembang Goyang.

Mereka tidak asal-asalan dalam memproduksi kembang goyang itu, mereka menjaga kualitas rasa makanan ringan itu agar tidak kehilangan pembeli. Mereka juga sudah menentukan patokan-patokan yang digunakan dalam produksi kembang goyang.

Untuk menjaga rasa yang khas dan enak agar kembang goyang produksi mereka diminati atau bahkan tetap dicari oleh pembeli, dalam produksinya mereka menggunakan minyak goreng tertentu, tepung terigu tertentu dan mentega khusus juga. Walaupun tidak mudah tapi itu tetap mereka lakukan dan mereka jaga demi kepercayaan pelanggan.

Untuk diketahui, kembang goyang merupakan salah satu kue tradisional khas betawi, kue ini dinamakan kembang goyang karena berasal dari bentuknya yang menyerupai bunga. Selain itu dalam proses pembuatannya pun adonan harus digoyang-goyang hingga terlepas dari cetakannya.

Kembang Goyang sendiri pun dibuat dari tepung beras. Seiring perkembangan zaman, kue ini memiliki tambahan beraneka rasa dan berbagai variasi dalam bentuk jadinya. Waktu penyajiannya, Kue ini menjadi suguhan yang ramai, bahkan cenderung terkesan wajib untuk disajikan kepada tamu yang tengah bersilaturahim saat hari raya Idul Fitri.

Karena itu, Trio Kembang Goyang Posdaya Jeruk ini menjadi sangat sibuk saat Idul Fitri, mereka mengaku kewalahan karena banyaknya pesanan jajanan kembang goyang ini yang masuk ke mereka.

Mereka mengaku, saat memasuki Ramadan atau Bulan Puasa, tidak kurang mereka memproduksi kembang goyang sebanyak 6-8 kg setiap harinya. Untuk menyiasati kekurangan tenaga pembuat kembang goyang yang permintaannya melonjak saat bulan suci itu, biasanya mereka bekerjasama dengan anggota-anggota Posdaya Jeruk yang lainnya untuk memenuhi tingginya permintaan pasar.

Jurnalis: Bayu A Mandreana/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Bayu A  Mandreana

Komentar