TMMD di Teras Negara RI-PNG

47

RABU, 5 APRIL 2017

KEEROM — Guna mempercepat pembangunan dan perekonomian di Kampung Sach, Distrik Waris, Kabupaten Keerom yang berbatasan langsung dengan negara PNG (Papua New Guinea), Komando Daerah Militer (Kodam) XVII Cenderawasih gelar TNI Manunggal Rakyat.

Bupati Keerom, Celcius Watae, berikan alat kerja ke salah satu perwakilan masyarakat Kampung Sach, Distrik Waris.

Kampung Sach, Distrik Waris, Kabupaten Keerom dipilih menjadi lokasi Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-98 di wilayah Kodim 1701 Jayapura lantaran kampung tersebut berbatasan langsung dengan negara tetangga.

TMMD yang dilaksanakan mulai 5 April hingga 4 Mei 2017 bertemakan dengan semangat kemanunggalan TNI dan Rakyat, percepat pembangunan di daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka menjaga kesatuan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Keerom, Celcius Watae.

“Ini sangat tepat dan benar, untuk mengakselerasikan pembangunan di perbatasan yang tertinggal dan juga keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) di kampung tersebut. TMMD ini sudah direncanakan melalui sistem Bottom Up Planning yang diawali dari musyarawah,” kata Celcius Watae usai membuka TMMD di halaman kantor Distrik Waris, Rabu (5/4/2017).

Dikatakan Watae, kegiatan yang dilakukan Kodam XVI Cenderawasih melalui Kodim 1701 Jayapura tersebut sebagai perwujudan tugas pokok TNI yang tertera dalam pasal 7 ayat 2 angka 9 Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasioanal Indonesia, yakni membantu tugas pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat.

“TMMD ini untuk membantu tingkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik maupun non fisik serta pemantapan kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam rangka menyiapkan ruang juang, alat juang dan kondisi juang yang tangguh,” tuturnya.

Ia meminta ke seluruh rakyat agar selalu berprasangka baik dan berpemikiran konstruktif, setiap apa yang dibangun oleh TNI demi pelaksanaan tugas pokoknya. Semua harus menyadari, lanjutnya, kepentingan rakyat khususnya masyarakat yang tingkat kesejahteraannya rendah masih membutuhkan perhatian dan percepatan penanganan.

“Saya menyadari kalau pola kerja sama lintas sektoral dan koordinasi antar pemangku kebijakan dan kepentingan akan lebih efektif atau terwujud. Sesuai visi misi kami terwujudnya jati diri masyarakat Keerom yang mandiri bersahaja sebagai beranda terdepan NKRI,” ujarnya.

Sementara Dandim 1701 Jayapura, Letkol Infanteri Nova Ismailyanto mengatakan, kegiatan ini akan dilakukan selama 30 hari dan mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, semua itu dalam rangka menjaga keutuhan wilayah NKRI.

“Kali ini TMMD yang dikerjakan yaitu pengerasan jalan sepanjang 500 meter,  pembangunan rumah tipe 36 sebanyak 5 unit, pembangunan Balai Kampung 1 unit, pembangunan Puskesmas Pembantu 1 Unit. Sementara kegiatan non fisik berupa penyuluhan bela negara, penyuluhan kesehatan, penyuluhan pertanian dan penyuluhan Keluarga Berencana serta pengobatan massal,” kata Letkol Infanteri Nova Ismailyanto.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta

Komentar