Umat Katolik di Lampung, Mulai Gelar Pekan Suci Paskah

92

MINGGU, 9 APRIL 2017

LAMPUNG — Ratusan umat Katolik di sejumlah Gereja Katolik di Kabupaten Lampung Selatan, mulai menggelar pekan suci jelang perayaan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus yang akan dirayakan sepekan setelah Minggu Palma.

Umat membawa daun palma

Salah satu gereja di Lampung Selatan, yang merayakan rangkaian pekan suci paskah yang dimulai dengan Minggu Palma, Minggu (9/4/2017), adalah Paroki St. Petrus dan Paulus, di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Perayaan hari minggu palma  ini dirayakan seluruh gereja katolik sedunia untuk mengenang masuknya Yesus ke Kota Yerusalem sebelum disalibkan.

Dalam tradisi gereja Katolik, perayaan minggu palma ini adalah sebuah peristiwa iman yang sangat istimewa, karena sebagai pembuka pekan suci sebelum Yesus mati dan bangkit. Seluruh umat Katolik yang mengikuti prosesi perayaan minggu palma membawa daun palma yang telah diberkati oleh pemimpin ibadah dari halaman depan Gereja Santo Petrus dan Paulus, kemudian dilanjutkan arak-arakan dari halaman gereja masuk ke dalam gereja Santo Petrus dan Paulus.

Umat Katolik yang hadir melambaikan daun-daun palma sambil menyanyikan ‘Hosana Putra Daud’, sebagai simbol keikutsertaan umat bersama Yesus dalam arak-arakan menuju Yerusalem. Pada minggu palma, ini gereja tidak hanya mengenang peristiwa masuknya Yesus ke Kota Yerusalem, tetapi juga mengenang akan kesengsaraan Yesus lewat bacaan-bacaan Injil yang melukiskan tentang kisah sengsara Yesus (passio).

Perarakan daun palma ke gereja

Pemimpin ibadah perayaan Minggu Palma Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus, Antonius Rukun Hariyoto, dalam khotbah singkatnya mengharapkan umat Katolik yang ikut Dia dalam perarakan Minggu Palma bisa mengikuti teladan hidup Yesus. Bukan kepada diri sendiri saja, tetapi juga bagi orang lain.

“Semoga dengan kisah sengsara kita yang ditunjukan Yesus, Allah yang menjadi manusia, tinggal di antara kita, dan wafat untuk kita. Sehingga kita semua diangkat-Nya kembali ke dalam Surga,” ungkap Antonius Rukun Haryoto dalam kotbah singkatnya kepada ratusan umat Katolik yang hadir di halam gereja, Minggu (9/4/2017).

Pada perayaan minggu palma ini, Antonius menyebut selain umat katolik yang hanya mengikuti ibadah tanpa misa akibat keterbatasan pelayan pastor paroki, umat yang mengawali prosesi perarakan dari halaman gereja memperoleh daun palma yang diperciki dengan air suci dan dibagikan kepada seluruh umat dan selanjutnya membawa daun palma. Selama pekan suci gereja mengambil warna liturgi dengan dominasi warna ungu, sementara salib Yesus di Altar dan salib lain juga dibalut kain berwarna ungu.

Setelah perayaan Minggu Palma, umat Katolik akan merayakan Kamis Putih untuk mengenang perjamuan malam terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya sebelum wafat di kayu salib, pada keesokan harinya yang dikenang umat dengan sebutan Jumat Agung, pada Jumat (14/4/2017), sebagai peringatan wafat Yesus dan dilanjutkan dengan Sabtu suci dan Paskah pada Minggu (16/4/2017) .

Tiga hari setelah itu, Yesus bangkit dari kuburnya dan para murid mulai mendapat berbagai penampakan sebelum Yesus naik ke surga. Peristiwa ini dikenang umat kristiani sedunia dengan sebutan Paskah. Paskah merupakan peristiwa paling penting dalam kehidupan agama seorang Katolik, karena merupakan puncak dari keyakinan iman seseorang terhadap Yesus Kristus.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Komentar