UNBK, Pemprov NTB Akui Masih Banyak Sekolah Belum Miliki Fasilitas Memadai

46

SELASA, 4 APRIL 2017
MATARAM — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Amin, mengakui, belum semua sekolah di NTB memiliki fasilitas memadai, terutama sekolah pinggiran dan pedesaan sebagai sarana penunjang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Siswa SMK pariwisata Senggigi Lombok Barat tampak serius melaksanakan UNBK.

“Dari sisi fasilitas pendukung pelaksanaan UNBK SMK di NTB, memang belum semua sekolah memiliki, tapi semua bertahap, mulai dari sarana infrastruktur pendukung, termasuk fasilitas pendukung lain,” kata Amin di Mataram, Selasa (4/4/2017).

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemprov NTB terus berupaya supaya semua sekolah bisa memiliki fasilitas memadai, supaya pada pelaksanaan ujian nasional SMK, SMA sederajat tahun 2018 bisa dilaksanakan dengan sistem UNBK seratus persen, supaya bisa memberikan hasil berkualitas.

Kepada Disdikbud NTB, ia pun berharap, supaya memperlakukan semua sekolah di kota maupun pinggiran dan pedesaan sama dalam hal perhatian dan bantuan fasilitas infrastruktur pendukung.

“Harus sama, jangan ada pembedaan, apalagi perlakuan khusus, supaya anak-anak di kota maupun desa bisa menikmati pendidikan dengan fasilitas pendukung sama,” harapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah seluruh siswa SMK yang mengikuti UNBK saat ini sebanyak 17 ribu, dimana 16 ribu lebih di antaranya merupakan siswa UNBK dan 1400 yang mengikuti ujian dengan sistem Ujian Nasional Pensil dan Kertas (UNPK).

Saat ini untuk sekolah SMA sederajat terdapat 200 sekolah swasta dan 89 sekolah negeri dengan jumlah keseluruhan siswa mencapai 50 ribu.

Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi

Komentar