Warga Berharap Jalan Boganatar-Ojang, Bisa Diaspal

62

MINGGU, 9 APRIL 2017

MAUMERE — Warga tiga desa, yakni Desa Kringa, Timu Tawa dan Ojang di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, berharap Pemerintah Kabupaten Sikka bisa melakukan pengaspalan jalan kabupaten yang menghubungkan kampung Boganatar, dari jalan negara Trans Flores menuju Desa Ojang sejauh sekitar 15 kilometer.

Ruas jalan di Desa Timu Tawa yang masih merupakan jalan tanah yang sudah ditimbun batu.

“Pasalnya, satu-satunya akses jalan ini masih merupakan jalan semen dan di beberapa titik jalannya masih berupa jalan tanah yang ditimbuni batu-batu besar, sehingga membuat pengendara sepeda motor harus berusah payah melewati jalur jalan tersebut,” ujar Yoseph Hurint, warga Desa Ojang, yang ditemui Cendana News di jembatan Ojan

Menurut Yoseph, jalan aspal dari Desa Timu Tawa menuju Desa Ojang sudah banyak yang rusak, sementara jalan semen sepanjang sekitar 1 kilometer yang dikerjakan sekitar 2013 pun sudah sedikit mengalami kerusakan. “Aspal jalan sudah terkelupas akibat tergerus hujan dan sering dilewati kendaraan roda empat dan alat berat yang mengerjakan proyek jembatan, sehingga ikut menyebabkan jalan tersebut rusak,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Yanti Muda Lewar, warga Ojang lainnya yang ditemui di tempat yang sama. Disebutkan, sebagian besar ruas jalan merupakan jalan semen yang dibangun menggunakan dana dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dan Dana Desa. “Bila dilakukan pengaspalan, maka dana yang dibutuhkan tidak relatif besar, sebab dasar jalan berupa semen dan bebatuan sangat kuat, meski berlubang kecil di beberapa titik jalan,” ungkapnya.

Rafael Raga, SP, Ketua DPRD Sikka yang juga merupakan putra asli Tana Ai yang berasal dari Kecamatan Talibura, saat dihubungi Cendana News, Minggu (9/4/2017), mengatakan akan memasukannya dalam anggaran di APBD Sikka 2018, agar bisa dikerjakan. “Bila dilihat jalannya masih bagus, meski hanya jalan semen tapi kualitasnya bagus, sehingga bila dilakukan pengaspalan membuat jalan ini semakin lebih nyaman untuk dilintasi kendaraan,” tuturnya.

Rafael menjelaskan, ruas jalan ini sudah lama sekali diaspal dan sudah mengalami kerusakan di sana-sini, namun tidak parah. Dirinya mengaku selalu melewati jalan ini dan mengunjungi warga Desa Ojang dan sepakat agar jalan ini diperbaiki, khususnya di ruas jalan yang menghubungkan Dusun Kolit dan Dusun Lewomudat. “Kalau jalan dari Kolit ke Lewomudat sudah bagus, tentu kita akan bisa melintas sampai ke Lewomudat dan memutar ke Klatang dan Kajowain dan bisa keluar melewati jembatan AB di Desa Nebe, “ pungkasnya.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Komentar