Warga Desa Kelawi, Mulai Beralih ke Batako

102

SABTU, 8 APRIL 2017

LAMPUNG — Material batu bata sebagai bahan bangunan masih digunakan oleh sebagian masyarakat wilayah Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, meski saat ini masyarakat di wilayah tersebut mulai beralih menggunakan bahan batu bata berbahan semen atau dikenal dengan batako.

Adrian

Pergeseran penggunaan batu bata dengan batako diakui salah satu pembuat batako di Dusun Serungkuk, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Adrian (23), yang mengaku mulai membuat batako selama dua tahun terakhir dengan sistem upahan, yang dikerjakan dengan sistem manual menggunakan alat press tangan.

Adrian menyebut, saat ini masyarakat menggunakan batako sebagai salah satu komponen yang mempunyai peranan penting dalam konstruksi sebuah bangunan, karena pemakaian batako sangat dibutuhkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan dinding sebuah rumah ataupun gedung. Beberapa pembuat batako dengan mesin yang ada ada di wilayah Desa Kelawi, bahkan semakin memudahkan masyarakat memperoleh material bangunan pengganti batu bata tersebut.

Menurut Adrian, proses pembuatan batako di Desa Kelawi menggunakan pasir kasar yang diambil dari Sungai Kubang Gajah yang memiliki pasir cukup melimpah, semen dan air sebagai komposisi bahan pembuatnya, kemudian material-material ini akan dicampurkan dan dipress hingga menghasilkan batako berbentuk persegi panjang dengan ukuran yang telah ditentukan sebelumnya. Pembuatan alat press atau cetakan sesuai dengan pesanan yang dibuat di tempat tukang las dan sebagian membeli dalam bentuk jadi.

Harga batako yang cukup terjangkau jika dibandingkan dengan bata merah ataupun bata ringan, menjadi daya tarik tersendiri dalam menggunakan bahan bangunan ini, di samping berbagai kelebihan lain yang ditawarkannya. Secara umum, proses pembuatan batako cukup mudah dilakukan, termasuk untuk bentuk yang seragam dalam hal ukurannya. Bukan hanya lebih ekonomis saat proses pembeliannya saja, konsumen juga dapat lebih berhemat untuk pemasangannya, karena ukurannya yang besar.

Proses mencampur bahan batako

“Saat ini, pascapembebasan lahan Jalan Tol Trans Sumatera, banyak warga yang ingin cepat membuat rumah, sementara bahan bangunan batu bata harus cukup lama, apalagi di musim hujan pembuatan batu bata sangat terpengaruh, sementara batako bisa dibuat lebih cepat,” ungkap Adrian.

Adrian mengaku, penggunaan batako juga dapat memberikan keuntungan lain bagi pemilik rumah, yaitu kemungkinan untuk terjadinya rembesan air menjadi sangat kecil, karena sifatnya yang kedap air atau anti air. Kelebihan lainnya yang bisa didapatkan dari batako adalah bobotnya yang lebih ringan jika dibandingkan dengan bata merah, sehingga material ini cocok untuk digunakan dalam pembangunan rumah berlantai dua ataupun gedung dengan struktur utamanya yang ditopang oleh kolom.

Namun demikian, material dinding ini juga tidak luput dari berbagai kekurangan, di antaranya mudah retak pada area dinding, yang biasanya disebabkan oleh proses pembuatannya ataupun bahan baku yang digunakan kurang bagus. Juga mudah pecah, tidak cocok untuk diaplikasikan pada jenis rumah yang berada di daerah tropis dan kurang baik dalam meredam suara.

Saat ini, di sejumlah toko bangunan, harga batako ukuran 10 x 20 x 40 centi meter mencapai Rp2.300 per buah, atau Rp46.000 per meter persegi, yang terdiri dari 20 buah batako. Sedangkan, harga batu bata saat ini sekitar Rp500 per buah, atau Rp30.000 per meter persegi.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Komentar