KAMIS, 18 MEI 2017

JAYAPURA --- Empat belas anggota Kepolisian Daerah (Polda) Papua dipecat secara tak hormat. Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) ini dipimpin langsung Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar didampingi Wakapolda, Brigjend Agus Rianto di Mapolda Papua, Kamis (18/5/2017).

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar saat mengenakan kemeja batik kesalah satu anggota yang PTDH
Ke-14 polisi ini di PTDH, lantaran terlibat tindak pidana, melangar kode etik Polri dan disersi atau meninggalkan tugas kepolisian. Mereka masing-masing berpangkat dan inisial Bripda SL, AB, Briptu YS, MH, PE, KN, Brigpol EC, AL, YM, PDT, Bripka YA, BH, DS, dan Aiptu HL.

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, PTDH bagi 14 anggota Polri ini sebagai wujud komitmen institusi untuk memberikan reward pada panisme setiap anggota. Menurutnya, keputusan ini diberikan kepada mereka yang tak mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku sehingga harus rela untuk diberhentikan sebagai anggota Polri

“Pemecatan terhadap anggota Polri yang telah melakukan pelanggaran, baik itu pelanggaran kode etik, pelanggaran pidana maupun pelanggaran disersi bukan sesuatu hal yang menggembirakan, tapi berupaya konsisten dengan mengharapkan panisme dan reward kepada setiap anggota Polri,” kata Irjen Pol Boy Rafli Amar.

Harapannya, setiap personil di jajaran Polda Papua maupun seluruh PNS yang ada agar professional dalam tugas sehari-hari baik dan menjaga etika, moral dan perbuatan. Hal ini harus dilakukan mengingat  institusi Polri terus menjadi sorotan masyarakat terkait dengan tugas yang terus semakin berat.

“PTDH terhadap 14 anggota Polri yang baru saja dilakukan merupakan koreksi bagi semua anggota lainya berharap pimpinan tetap melakukan pengawasan terhadap anggotanya. Atasan wajib membimbing dan memberikan arahan kepada anggotanya secara berjenjang,” tutur Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.

Kabid Propam Polda, Papua Kombes Pol Janius P Siregar mengungkapkan, 14 anggota polri yang diPTDH di antaranya, enam orang kasus tindak pidana, empat orang kasus kode etik dan empat orang diserse.

“14 orang ini dua diantaranya sedang menjalani proses pidana karena hukman yang mereka jalani tujuh hingga delapan tahun, sedangkan lainnya telah menjalani hukuman di lembaga permasayarakat kelas II Abepura,” kata Kombes Pol Janius P Siregar.
Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Indrayadi T Hatta
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours