267, Rahasia Sukses Rudy Setiawan

101

KAMIS, 11 MEI 2017

BALIKPAPAN — Banyak pelaku usaha yang sukses karena terpaksa. Tak mampu melanjutkan kuliah karena biaya, lalu terpaksa berwirausaha. Ada juga yang terpaksa menjadi wirausaha karena terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK. Rudy Setiawan (59) adalah salah satunya.

Pemilik restoran Dandito ini sukses karena alasan kedua.

Rudy Setiawan.

“Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan di sektor pertambangan sebelum mendirikan restoran,” kata dia. Pria asal Jember, Jawa Timur ini datang ke Kalimantan Timur pada 1979 dengan tekad bekerja membantu ekonomi orang tua. Sesampainya di Samarinda, anak kedua dari tujuh bersaudara ini bekerja serabutan, mulai jadi kuli pelabuhan, hingga tukang bangunan.

Nasib mulai berubah ketika ia diajak seorang kenalannya ke Kutai Kartanegara yang menjadi salah satu pusat industri pertambangan di Kalimantan Timur. Ia mendapat pekerjaan sebagai buruh bangunan di kompleks perusahaan migas. “Setelah cukup lama, saya diterima bekerja sebagai pesuruh di kantor itu,” ungkap penggemar traveling ini, saat ditemui di restorannya, Kamis (11/5/2017).

Kemauannya untuk belajar bahasa, membuatnya akrab dengan para pekerja asing, hingga karirnya menanjak sebagai Asisten Manajer. Rupanya badai belum juga berlalu. Belum lama menjadi Asisten Manajer, terjadi pengurangan pegawai. Rudy salah satu yang terkena PHK. “Akhirnya tahun 2000 saya kembali ke Balikpapan dan membuka warung,” kata suami Yuli Setiawati ini. Setelah mengalami jatuh bangun dalam mendirikan usaha kuliner, kepiting membawa peruntungan bagi keluarga ini.

Bagi para penggemar seafood, khususnya kepiting, nama restorannya telah menjadi merek yang amat populer. Tidak saja di Kota Balikpapan, tempat restoran ini pertama kali didirikan, melainkan sampai kota-kota di luar Kalimantan. “Banyak pelanggan saya dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta hingga Bali,” kata bapak dua anak ini. Tak jarang kolega dari luar negeri datang karena rindu dengan racikan kepitingnya.

Selain Balikpapan, ia juga telah membuka outlet di Pulau Dewata. “Ini untuk memenuhi permintaan pelanggan, baik dari dalam negeri maupun teman-teman ekspatriat yang dulu bekerja di Balikpapan,” ungkapnya.

Produk kulinernya telah menjadi ikon kuliner Balikpapan. Restoran yang dirintisnya itu menyajikan olahan kepiting dengan berbagai rasa. Bagi yang suka pedas bisa memilih kepiting saos lada hitam, atau kepiting asam manis bagi mereka yang tak suka pedas. Namun yang menjadi favorit adalah saos khas dandito.   

Kini, Rudy Setiawan tidak hanya dikenal sebagai pengusaha kuliner. Penerima penghargaan warga berprestasi Kota Balikpapan ini juga dikenal sebagai tokoh pariwisata, ketua asosiasi marketing, tokoh wirausaha dan lain sebagainya. Ia turut mengembangkan wisata Pantai Manggar dengan memasyarakatkan aerowisata dengan paramotor dan paragliding. Ketika ditanya rahasia suksesnya, ia menjawab 267.

“Rahasia saya ya itu, 267 itu dibaca re-la-si. Baik relasi dengan sesama umat manusia, maupun relasi dengan sang pemilik alam,” bilang Rudy. Bagi generasi muda ia berpesan agar berani berwirausaha. Karena dengan berwirausaha dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan membantu orang lain.

Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti

Source: CendanaNews

Komentar