Alat Musik Tradisional Berbagai Suku di Indonesia Dipamerkan

61

KAMIS, 4 MEI 2017

YOGYAKARTA — Sebagai sebuah negara kesatuan yang terdiri dari berbagai suku bangsa, Indonesia memiliki kekayaan budaya berupa musik tradisional yang luar biasa. Hampir setiap daerah, memiliki ragam maupun jenis alat musik tradisional yang berbeda satu sama lainnya.

Sejumlah pengunjung menikmati pameran nasional alat musik tradisional Tetabuhan Nusaraya, Menyuarakan Keragaman Kolektivitas  bertempat di Museum Sonobudoyo Yogyakarta.

Hal itulah yang coba disuguhkan dalam pameran nasional alat musik tradisional Tetabuhan Nusaraya, Menyuarakan Keragaman Kolektivitas, bertempat di Museum Sonobudoyo Yogyakarta, awal Mei 2017 ini. Diikuti sebanyak 31 museum dari 26 provinsi di seluruh Indonesia, pameran rutin tahunan ke-8 ini, menampilkan ratusan alat musik tradisional dari berbagai daerah di tanah air.

Mulai dari alat musik yang bersumber bunyi getaran udara atau erofon seperti Saluang dari Minangkabau, Sarune dari Batak Toba dan Slompret dari Ponorogo. Alat musik bersumber dari bunyi getaran dawai atau kordofon seperti Siter dan Rebab dari Jawa, maupun Sasando dari Rote. Hingga alat musik yang bersumber bunyi getaran selaput atau membranofon, seperti Tifa, Rebana dan Kendang. Tak hanya itu, alat musik bersumber bunyi getaran tubuh alat musik itu sendiri atau idiofon juga ditampilkan. Seperti misalnya dari Saron, Kulintang, Angklung, hingga Gong.

Kurator pameran, Lono Lastoro Simatupang, mengatakan, alat musik tradisional Nusantara merupakan bukti kecerdasan lokal anak bangsa dalam menciptakan dan menghadirkan bebunyian. Sebagai sebuah sistem budaya yang mengandung gagasan tentang bunyi dan kehidupan, keanekaragaman ekspresi musik di Nusantara itu merupakan kekayaan yang luar biasa.

Terbagi dalam 7 ruangan, berbagai koleksi alat musik tradisional ditampilkan secara berurutan. Mulai dari ruang Muasal Bunyi yang menyandingkan foto-foto alat musik pada relief candi dengan bentuk asli alat musik tradisional serupa. Lalu ruang Bebunyian Diri yang menampilkan alat-alat musik berbunyi tunggal.

Kemudian ruang Meningkah Bunyi, yang menampilkan alat-alat musik yang dibunyikan bersama. Ruang Menjalin Bunyi, yang menampilkan alat-alat musik yang dibunyikan dalam format ansambel kecil hingga sedang. Hingga ruang Musyawarah Bunyi-bunyian yang menampilkan alat-alat musik yang dibunyikan dalam format ansambel besar.

Tak hanya itu, sebuah ruang berisi alat musik yang menjadi masterpiece pameran sekaligus koleksi Museum Negeri Sonobudoyo yaitu gamelan Megamendung dari Cirebon abad 19 dan gamelan Kyai Nyai Riris Manis peninggalan Sri Sultan HB VI juga ikut ditampilkan.

Yang menarik, pameran alat musik tradisional ini juga dilengkapi dengan aplikasi multimedia interaktif yang bisa dinikmati setiap pengunjung. Setiap pengunjung dapat mendengarkan gambaran cara memainkan ataupun bunyi masing-masing alat musik tradisional yang dipamerkan. Baik melalui video yang disediakan maupun lewat telepon genggam masing-masing.

Pengunjung mencermati alat musik tradisional yang dipamerkan.

“Kita berharap pameran nasional yang mengangkat keberagaman alat musik tradisional Nusantara ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat pada alat musik tradisional. Lebih khusus lagi bagi generasi muda agar lebih memiliki rasa cinta dan rasa bangga pada kekayaan warisan budaya bangsa Indonesia,” kata Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono, saat membuka acara.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto:  Jatmika H Kusmargana

Source: CendanaNews

Komentar