Bazar Pangan Toko Tani, Upaya Stabilkan Harga Pangan

39

JUMAT, 19 MEI 2017

JAKARTA — Menjelang Bulan Ramadhan, Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Jalan Ragunan, Pasar Minggu, tepatnya di depan SMAN 28 Jakarta, menggelar Bazar Pangan Murah Berkualitas, sejak Kamis hingga Minggu (18-21/ 2017).

Bazar TTIC

Agoes Rahad, selaku Divisi Pengadaan TTIC menjelaskan, tujuan diadakannya bazar pangan murah berkualitas ini di antaranya membantu masyarakat menengah ke bawah untuk mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang terbilang murah, jauh di bawah harga pasar. Alasan lain adalah barang yang dijual TTIC kepada masyarakat merupakan barang yang langsung didapat atau yang langsung diproduksi dari para petani, atau gabungan dari para kelompok tani yang langsung dikirim ke TTIC.

Barang tersebut kemudian didistribusikan atau diperjual-belikan kepada konsumen, dan tidak ada intervensi dari manapun, karena barang-barang tersebut memang langsung dari petani yang dikirim ke TTIC, sehingga tidak ada titik-titik distribusi yang memperpanjang arus distribusinya, sehingga harganya bisa dijual jauh lebih murah dari harga pasar.

Menurut Agoes, bazar ini diprogramkan oleh Menteri Pertanian yang dikhususkan untuk meningkatkan pendapatan petani dan juga untuk pembelian di konsumen dapat terjangkau dengan harga yang stabil, dalam arti harganya lebih murah dari harga pasar. Dalam kegiatan ini, TTIC tidak ada ikatan kerjasama dengan instansi manapun, karena kegiatan ini merupakan program dari Kementerian Pertanian. Bila ada kerjasama, itu dilakukan dengan komoditas yang di luar produksi petani, seperti bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan industri minyak goreng, gula, daging, hingga ikan segar, dan tetap perusahaan-perusahaan industri tersebut menjual dengan harga di bawah harga pasar sesuai yang ditetapkan.

Untuk kegiatan ini, pasokan yang dikirimkan dari gabungan kelompok tani yang langsung dikirimkan ke TTIC dan juga langsung dikirimkan ke toko tani yang berada di masyarakat. Gapoktan-gapoktan yang dibina oleh TTIC itulah yang memberikan pasokan kebutuhan pangan, dan langsung dijual kepada konsumen, dengan harga yang lebih murah dari harga pasar.

TTIC memiliki program dengan nama Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) dengan pelaksananya, yaitu Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) yang dalam arti itu adalah Gapoktan. Mereka (Gapoktan) yang ditunjuk sebagai pelaksana LUPM itu, merupakan binaan-binaan dari Kementerian Pertanian, dan tidak serta-merta TTIC menunjuk begitu saja, harus melalui identifikasi, verifikasi, serta persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh Gapoktan.

Salah satunya ada Gapoktan binaan TTIC yang sebelum LUPM ada program yang namanya Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM), yang hingga kini program tersebut sangat berhasil, yang kemudian LDPM itu dikembangkan menjadi LUPM, dan mereka sudah bisa menjamin pasokan yang diminta TTIC. “Adanya LUPM, segala yang dibutuhkan konsumen dapat terpenuhi,” jelasnya.

Agoes Rahad

Dikatakan lagi, menjelang Ramadhan, dengan adanya kegiatan seperti ini, dapat dilihat dari antusiasnya konsumen yang datang untuk melakukan transaksi pembelian kebutuhan yang diinginkan. Pasokan TTIC untuk memenuhi kebutuhan konsumen dapat dikatakan cukup banyak, karena dari Gapoktan sendiri sudah mulai musim panen seperti padi, bawang, jagung, cabe merah, kecuali yang bekerjasama dengan perusahaan, mereka juga tidak putus-putusnya untuk memberikan pasokan kepada TTIC dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Daging yang merupakan pasokan dari perusahaan yang bekerjasama dengan TTIC, memiliki harga tertinggi dari TTIC untuk konsumen, sebesar Rp80.000, dan harga ini jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pasar. Untuk harga selalu TTIC memantau ketika memasuki bulan Ramadhan, di pertengahan bulan Ramadhan, serta menjelang akhir bulan Ramadhan, dan menjadi acuan TTIC. Artinya, TTIC akan berpedoman dengan harga pasar, namun pada kenyataannya TTIC tidak menggunakan harga pasar tersebut, justru TTIC akan menjual kebutuhan konsumen di bawah harga pasar yang sudah diketahui atau dipantau sebelumnya.

Semisal, harga beras di pasaran yang kualitasnya bagus dijual seharga Rp9.000 per liter, sementara di TTIC menjual dengan harga Rp7.900 per kilogram per liter. Cabe merah keriting dijual seharga Rp24.000, sementara di pasar dijual seharga Rp35-40.000. Bawang merah dijual seharga Rp25.000, sementara di pasar dijual seharga Rp35-40.000. Bawang putih yang saat ini sedang hangat-hangatnya diberitakan, di TTIC dijual seharga Rp34-48.000, sementara di pasaran dijual dengan harga sempat mencapai Rp60.000. “Tigapuluh hingga empatpuluh persen harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasar,” kata Agoes.

Agoes menjelaskan lagi, pada prinsipnya dalam kegiatan ini, TTIC bekerjasama dengan Gapoktan untuk sampai ke konsumen, dengan memotong titik-titik distribusi. Yang terjadi secara umum, hasil petani dibeli oleh pedagang pengumpul, lalu dibeli ke pedagang besar, grosir, baru sampai ke pengecer. Bila dihitung bisa mencapai delapan titik dan itu merugikan petani.

Sementara dengan TTIC, hanya bisa dibilang 2 titik, yakni dari petani ke Gapoktan, yang anggotanya juga petani itu sendiri, dan dari Gapoktan langsung ke TTIC, sehingga harga yang dijual nantinya jauh lebih murah dari harga pasar dan juga menyejahterakan para petani.

Senada, M. Amir Pattu, selaku Staff Khusus Bidang Hubungan Masyarakat Kementerian Pertanian, menjelaskan, untuk pasokan daging memang TTIC bekerjasama dengan perusahaan komoditas industri Indo Guna yang sudah memiliki harga standar untuk dijual ke konsumen, baik daging impor maupun daging lokal. Untuk daging impor sendiri, TTIC menjual sesuai pesanan Pemerintah kepada negara yang dituju, seperti India.

“Untuk daging sendiri, pihak TTIC menjual sesuai permintaan konsumen, dan kebutuhan itulah yang TTIC minta ke perusahaan untuk memberikan pasokan tersebut,” jelasnya.

M. Amir Pattu

Dijelaskan lagi, TTIC kemungkinan besar akan mengadakan kegiatan serupa, nantinya ketika pertengahan maupun menjelang akhir Ramadhan untuk mengantisipasi ketakutan masyarakat akan kenaikan harga. TTIC dengan Gapoktan sudah siap memiliki pasokan kebutuhan pangan masyarakat yang hingga saat ini gudang yang dimiliki TTIC penuh dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan seperti ini di bulan Ramadhan, nantinya tidak hanya di TTIC, tetapi di luar TTIC seperti di Kemensos, maupun titik-titik lainnya akan selalu ada kegiatan seperti ini. Untuk pedagang yang mengikuti kegiatan seperti ini, merupakan anggota dari Gapoktan dan dilakukan seleksi, dilihat dari kualitas barang, dan juga harga yang dijual harus di bawah harga pasar sesuai persyaratan yang diberlakukan.

“Banyak yang ingin berpartisipasi, hanya saja kita membatasi dan ada kemungkinan mereka yang tidak terpilih bisa dilibatkan dalam kegiatan di tempat lain atau di daerah lain. Sementara untuk konsumen pun kita batasi dalam pembelian kebutuhan mereka, 2 hingga 5 kilogram, yang mereka dapatkan untuk kebutuhan yang mereka inginkan. Sementara untuk beras bisa mencapai 10 kilogram. Pembatasan ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.

Jurnalis: M Fahrizal/ Editor: Koko Triarko/ Foto: M Fahrizal

Source: CendanaNews

Komentar