SABTU, 20 MEI 2017
BANJARMASIN --- Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Bela Negara (GBN) resmi mengukuhkan kepengurusan DPW GBN Kalimantan selatan periode 2017-2020 di Banjarmasin, Sabtu (20/5/2017). Pembentukan pengurus DPW GBN Kalimantan Selatan ini merespons ancaman kebangkitan paham komunisme di Kalimantan Selatan.  

Pelantikan DPW GBN Kalsel.
Para aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah turut mengisi jajaran struktural kepengurusan DPW GBN Kalimantan Selatan. Wakil Ketua DPW GBN Kalimantan Selatan, Syamsul Daulah, mengatakan pembentukan GBN demi membela Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila dari ancaman komunisme gaya baru.

Menurut Syamsul, ada bahaya laten Partai Komunis Indonesia dan radikalisme yang tengah merongrong kedaulatan NKRI. Melalui wadah GBN, Syamsul Daulah berharap peristiwa kelam pemberontakan PKI pada 1948 dan 1965 tidak terulang kembali di Indonesia.

“Siapapun kepala negaranya boleh saja berganti, tapi NKRI harus abadi dalam kerangka ideologi Pancasila. Kami anti komunis. GBN bukan hanya TNI dan polisi, tapi semua masyarakat pun harus ambil bagian menjaga NKRI dari bahaya laten komunis,” ujar Syamsul Daulah selepas pengukuhan DPW GBN Kalimantan Selatan.

Syamsul menuturkan pemberontakan PKI hanya menyisakan luka dan dendam di antara sesama warga Indonesia. Itu sebabnya, ia mengimbau masyarakat di Kalimantan Selatan tetap berpegang teguh terhadap empat pilar kebangsaan: Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945. Selain komunis, Syamsul tegas menolak ideologi kapitalis.

“Cukup sudah pemberontakan PKI, sudah banyak korban, baik ulama dan komunis juga korban. Kami sangat pluralis, kami betul-betul ingin menjalankan Pancasila, harus beragama dan diamalkan dalam kehidupan,” ujar Syamsul Daulah.

Tapi, ia menolak menjelaskan bentuk ancaman baru komunisme di Kalimantan Selatan walaupun mencium gelagat komunis. Pihaknya terus menyosialisasikan bahaya laten komunis di masyarakat dan kampus-kampus. Syamsul ingin generasi muda tahu bahwa komunisme membuat bangsa terpecah belah.

Ketua DPW GBN Kalimantan Selatan, Kaspul Anwar Syahdan, mengatakan ada dua bentuk ancaman yang mesti dihadapi oleh anak bangsa. Kaspul mengatakan GBN siap menghadapi gerakan ideologi yang berusaha mengganti Pancasila.

“Ancaman yang tampak nyata dan tidak tampak, seperti invasi negara lain, bencana alam, narkoba, dan ideologi komunis dan radikal. Tantangan kami semakin berat,” ujar Kaspul Anwar.

Adapun Bendahara Umum DPP GBN, Suroto, berharap para fungsionaris DPW GBN harus memperjuangkan aspirasi rakyat demi mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran di Kalimantan Selatan. Suroto mengatakan GBN wajib mempertahankan eksistensi NKRI di tengah gejolak disintegrasi bangsa. “GBN harus berintegritas, amanah, dan profesional,” kata Suroto.

Jurnalis: Diananta P. Sumedi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Diananta P. Sumedi
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours