KAMIS, 4 MEI 2017

BANJARMASIN --- Petani padi lokal di Kalimantan Selatan mulai menurunkan harga seiring panen raya di sejumlah penghasil utama seperti Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Barito Kuala, dan Banjar. Hal ini membuat harga beras di pasaran​ mengalami penurunan menjelang Ramadhan.

Aktivitas pedagang beras lokal di Banjarmasin
Dari pantauan di salah satu pusat penjualan beras lokal di Banjarmasin, yakni di Pasar Muara Kelayan, sudah sekitar dua minggu terakhir harga beras lokal berangsur mengalami penurunan.

"Hampir semua jenis beras lokal turun harganya, baik itu jenis ganal, siam, mutiara hingga mayang," kata salah satu pedagang beras di Pasar Muara Kelayan H Rahmah, Kamis (4/5/2017).

Untuk jenis beras besar atau sekitar 20 liter, dijual Rp 130.000 per blek. Padahal sebelumnya menembus angka Rp 140.000 per blek. Lalu untuk jenis beras siam dari Rp 170.000 per blek, kini turun hanya Rp 160.000 per blek.

"Sedangkan untuk jenis beras mutiara dari sebelumnya Rp 200.000 per blek, kini hanya Rp 190.000 per blek. Lalu jenis beras Mayang kini dijual hanya Rp 205.000 per blek, sebelumnya dibandrol Rp 220.000 per blek," kata dia.

Walau mengalami penurunan harga, pembeliannya diakuinya tak mengalami kenaikan, bahkan cenderung stabil. Masih lemahnya daya beli masyakat menjadi salah satu alasan tak bergeliatnya pembelian beras lokal jelang ramadhan ini.

"Kalau beberapa tahun sebelumnya, satu bulan sebelum Ramadhan sudah banyak masyarakat yang mulai nyetok beras. Nah tahun ini belum ada kenaikan pembelian sama sekali hingga sekarang, mungkin karena daya belinya yang belum membaik," keluhnya.

Sementara itu, berbeda dengan beras lokal, beras Jawa malah sudah dua pekan terakhir mengalami kenaikan harga. Kenaikan ini sendiri menurut salah satu Pedagang beras di daerah Pasar Sentral Antasari Banjarmasin, H Abdul Muhid, karena biaya operasional pengiriman yang mulai mengalami kenaikan.

"Untuk beras Jawa Cap Ikan Paus ukuran 25 Kg kini kami bandrol Rp 260.000, padahal sebelumnya hanya Rp 250.000. Sedangkan beras Jawa Cap Ikan Lele jika sebelumnya hanya Rp 255.000 per 25 Kg, kini menjadi Rp 265.000 per 25 Kg," tuturnya.

Kemudian beras Jawa jenis Ketan kini dijual Rp 320.000 per 25 Kg, padahal sebelumnya hanya Rp 300.000 per 25 Kg. Lalu Beras Jawa jenis Cap Melon jika sebelumnya hanya Rp 250.000 per 25 Kg, kini menjadi Rp 255.000 per 25 Kg.

"Kenaikan ini sendiri kami prediksi tidak akan terlalu signifikan lagi nantinya saat Ramadhan nanti, karena naiknya harga hanya karena persoalan penyesuaian biaya operasional, bukan karena terkait stoknya," imbuhnya.

Perum Bulog Drive Kalimantan Selatan sebelumnya memastikan berupaya mendorong harga beras agar senantiasa stabil di pasaran jelang Ramadhan ini.

"Salah satunya adalah kita akan rutin nanti jelang Ramadhan ini melakukan operasi pasar ke berbagai pasar tradisional untuk menjual beberapa beras lokal yang kita subsidi pada masyarakat," ujar Kepala Perum Bulog Drive Kalsel Dedi Supriadi.

Untuk penyediaan beras bagi masyarakat kurang mampu, pihaknya pun mengaku sudah mulai melakukan pendistribusian beras Masyarakat Sejahtera (Rastra) bekerjasama dengan pemerintah daerah secara bertahap agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa membelinya.

"Beras ini dari petani kita beli sekitar Rp 7.300 per Kg, lalu kita jual R 1.600 per Kg pada masyarakat berpenghasilan rendah. Target kita nanti sampai akhir tahun setidaknya ada sekitar 1.000 ton yang bisa disalurkan," tukasnya.
Jurnalis : Diananta P Sumedi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Diananta P Sumedi
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours