Berkat Tabur Puja, Nurdiana Bisa Mandiri Jualan Pakaian

41

RABU, 17 MEI 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Tinggal di kawasan pariwisata Pantai Parangtritis, Nurdiana (23), warga Dusun Mancingan, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, selama ini menggantungkan hidup dari usaha jasa penyewaan kolam renang anak milik keluarganya. Memanfaatkan lahan milik orang tuanya yang berada di tepi pantai, Nurdiana mendapat penghasilan tambahan dari kolam renang itu.

Nurdiana saat menunggu kolam renang milik keluarganya.

Ibu muda satu anak ini, sudah mulai menggeluti usaha jasa kolam renang anak milik keluarganya itu sejak  6 tahun terakhir. Setiap hari ia selalu menjaga kolam renang itu sejak pagi hingga sore hari. Dengan mematok tarif Rp5 ribu per anak, Nurdiana mengaku mendapat penghasilan yang lumayan setiap hari.

Saat hari-hari biasa, ia mengaku bisa mendapat pemasukan Rp1 juta per hari. Namun saat Pantai Parangtritis sedang ramai oleh pengunjung, seperti akhir pekan atau libur panjang, pemasukannya akan meningkat drastis hingga mencapai Rp3 juta per hari. Namun karena kolam renang itu milik keluarganya, maka penghasilannya pun juga dibagi dengan anggota keluarga yang lain.

“Mayoritas yang renang itu anak-anak kecil. Karena para orang tua takut jika membiarkan anaknya renang di pantai dengan ombak yang ganas. Makanya mereka memilih renang di sini. Lebih aman,” katanya.

Meski telah mendapat pemasukan yang terhitung cukup lumayan, namun Nurdiana tak berhenti untuk mengembangkan usaha. Sudah sejak beberapa tahun terakhir ia mulai membuka usaha lain secara mandiri yakni kios yang menjual aneka baju dan pakaian. Sebagian modal usaha kios penjualan baju itu ia peroleh dari program pinjaman Tabur Puja dari Yayasan Damandiri yang ada di dusunnya.

Mengajukan pinjaman modal Rp2 juta, Nurdiana menggunakan seluruh uang itu untuk membeli aneka pakaian mulai dari baju dan celana anak-anak, kaos, dalaman, hingga baju dan celana orang dewasa. Ia sendiri memilih usaha menjual pakaian karena sesuai dengan usaha jasa kolam renangnya.

“Kalau ada yang bajunya basah karena air setelah berenang, maka bisa langsung mengganti dengan baju baru dengan membeli di tempat saya,” katanya.

Dari hasil membuka warung baju secara mandiri itu, Nurdiana mengaku bisa mendapat pemasukan tambahan rata-rata Rp500 ribu setiap hari. Selain digunakan untuk biaya hidup sehari-hari, Nurdiana mengaku hasil dari usahanya itu ia tabung dalam bentuk sapi, untuk sekolah anaknya kelak.

“Program Tabur Puja ini sangat membantu dalam permodalan. Karena selain bunganya ringan, prosesnya juga sangat mudah. Tidak ribet dan bisa langsung cair. Bayar cicilannya pun juga tidak perlu jauh-jauh, cukup ke pengurus yang tinggal di sini. Jadi, tidak mengganggu usaha juga,” katanya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto: Jatmika H Kusmargana

Source: CendanaNews

Komentar