BI Balikpapan: Tekan Inflasi Jelang Ramadan dengan Bijak Berbelanja

59

SELASA, 16 MEI 2017

BALIKPAPAN — Tantangan kenaikan harga dari beberapa beberapa komoditas, jelang Ramadan menjadi perhatian bank sentral dan Pemerintah Kota Balikpapan. Berdasarkan pengalaman lima tahun terakhir, rata-rata inflasi sebesar 1,48% (mtm).

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani menjelaskan, berdasarkan data selama lima tahu terakhir inflasi Ramadan dan Idul Fitri sebagian besar di antaranya disumbang oleh volatile food yaitu beras, kacang panjang, bawang merah dan telur ayam. Sedangkan administered price paling banyak disumbang oleh tiket angkutan udara.

“Memang pengalaman lima tahun terakhir Ramadan dan Idul Fitri angka inflasi akan tinggi dari bulan sebelumnya. Tapi yang kita upayakan agar tidak terlalu tinggi naiknya,” jelasnya usai dialog bersama ulama mengenai inflasi di Balikpapan.

Dia menuturkan dalam menghadapi tantangan perlu mengantisipasi risiko fenomena panic buying menjelang Ramadan dan Idul Fitri dalam koordinasi tim pengendali inflasi daerah (TPID) dengan melakukan berbagai pengendalian dari sisi ekspektasi, yaitu melalui sosialisasi bijak berbelanja kepada masyarakat.

“Dalam pengendalian inflasi bank sentral tidak dapat sendiri, pasti koordinasi bersama. Pertama selalu dimonitor apa masalah dan kendalanya. Program bazar murah dan operasi murah harus dilaksanakan pada komoditi tertentu,” tandasnya, Selasa (16/5/2017).

Dialog ulama peduli inflasi dalam Rakor Lembaga Dakwah Islamiyah

Selain itu, Suharman menyebutkan inflasi yang perlu diwaspadai adalah administered price. Karena diperkirakan sumbangan inflasi terjadi dan harus dikoordinasikan dengan pusat.

“Yang perlu kita waspadai juga administered price yang dapat menyumbang inflasi,” tutupnya.

Jurnalis : Ferry Cahyanti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ferry Cahyanti

Source: CendanaNews

Komentar