SENIN, 8 MEI 2017

LAMPUNG --- Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Zainudin Hasan, meminta kepada para petugas bidan desa yang ada di Kabupaten Lampung Selatan bisa melakukan tugas dengan baik. Sebab ia menyebut bidan desa memiliki tugas mulia untuk meningkatkan derajat kesehatan sejak anak dilahirkan dan juga kelanjutan pada masa pertumbuhan generasi yang ada di Lampung Selatan.
Bupati Lamsel, Zainudin Hasan, saat memberikan SK CPNSD kepada bidan PTT.
Hal tersebut diungkapkan saat memberikan surat keputusan (SK) calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) formasi bidan desa yang semula merupakan para bidan dengan status pegawai tidak tetap (PTT) dengan jumlah mencapai 219 orang.

Ia menyebut dengan diangkatnya para bidan dengan status pegawai tidak tetap menjadi calon pegawai negeri sipil daerah bisa semakin meningkatkan kinerja para bidan di pusat pelayanan kesehatan hingga ke pedesaan. Meski proses pemberian SK CPNSD di Kabupaten Lampung Selatan terbilang lebih lambat dari kabupaten lain, namun ia menyebut keterlambatan tersebut terjadi karena adanya beberapa tahapan yang harus dilalui untuk para bidan PTT tersebut menjadi CPNSD.

"Para bidan PTT yang telah melalui berbagai tahapan ini merupakan bidan yang telah melalui proses seleksi. Pemberian SK merupakan amanah yang harus dijalankan untuk melayani masyarakat," terang Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan seusai memberikan SK bidan CPNSD di aula Rajabasa, kompleks Pemkab Lampung Selatan, Senin (8/5/2017).

Ia menegaskan, pengangkatan calon pegawai negeri sipil dari progam pegawai tidak tetap merupakan program Kementerian Kesehatan di lingkungan Pemkab Lamsel untuk meningkatkan pelayanan di sektor kesehatan, khususnya bidan. Sebagian bidan tidak tetap yang diangkat tersebut memiliki masa kerja mulai dari 8 tahun hingga 13 tahun pada golongan II/C dan bekerja sebagai bidan desa serta bertugas sebagai bidan di sejumlah unit pelayanan teknis (UPT) Puskesmas di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Zainudin Hasan juga mengingatkan para bidan agar bekerja dengan baik dan benar karena statusnya baru sebagai CPNSD dan belum menjadi PNS. Ia bahkan menyebut tak segan akan membatalkan dan memberhentikan bidan yang berstatus sebagai CPNSD jika dalam tugasnya melayani masyarakat tidak bekerja secara maksimal atau membuat kesalahan fatal. Ia berpesan agar para bidan bisa bekerja sepenuh hati dalam melayani masyarakat terutama kaum ibu dan anak anak.

Sementara itu di tempat yang sama, Akar Wibowo, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lampung Selatan mengungkapkan, pengangkatan sebanyak 219 pegawai tidak tetap pada formasi bidan tersebut merupakan proses yang panjang. Ia bahkan menyebutkan, sebelumnya para bidan PTT tersebut harus menempuh serangkaian tes untuk bisa diangkat menjadi CPNSD Lampung Selatan dengan profesi sebagai bidan. Para bidan tersebut juga telah dinyatakan lulus sebagai CPNSD sejak 1 April 2017 lalu dan baru diberi SK pada awal Mei.

"Jadi dengan adanya pemberian SK pada hari ini kejelasan status nasib ratusan bidan PTT di Lampung Selatan yang sempat khawatir belum menerima SK sudah terjawab dan sudah melalui berbagai tahapan," terang Akar Wibowo.
Proses pemberian SK CPNS bidan di aula Rajabasa Pemkab Lamsel.
Sesuai Surat Keputusan Bupati Lampung Selatan dengan nomor 800/252/V.05/2017 tersebut, diungkapkan, bidan dengan status pegawai tidak tetap akan menempati pos-pos baru sesuai dengan tugas baru di sejumlah Puskesmas dan juga sebagai bidan desa. Sebagian bidan yang telah mendapat SK bahkan ada yang menempati pos tugas yang baru sementara dari ratusan bidan PTT yang diangkat menjadi CPNSD tersebut masih menempati pos lama tempatnya bertugas.
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours