SENIN, 15 MEI 2017

LAMPUNG --- Razia rutin Balai Karantina Kelas I Lampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni yang digelar Senin (15/5/2017), malam, berhasil mengamankan 1,9 ton daging kerbau liar (alana) beku asal India, dalam ratusan bungkus dengan berat masing-masing sekitar 20 kilogram. Daging alana tersebut sedianya hendak dikirim ke Pulau Sumatera.
BKP Lampung saat mengamankan mobil pengangkut daging alana impor tanpa dokumen.
Penyidik BKP Lampung Wilker Bakauheni, Buyung Hadiyanto, sebanyak 1,9 ton daging alana beku tersebut diamankan dari kendaraan L300 seusai keluar dari pintu keluar Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Pengamanan tersebut merupakan operasi Satreskrim Polres Lampung kegiatan razia yang ditingkatkan bahkan hingga malam hari oleh BKP Lampung wilker Bakauheni
menjelang Ramadhan dan lebaran 2017.

Razia diperketat seiring dengan semakin maraknya pengiriman daging celeng dan daging alana India tanpa izin masuk wilayah dan izin karantina, berikut tidak dilaporkan ke pihak karantina selama proses perlalulintasannya. “Kita amankan satu unit kendaraan tersebut di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni. Saat kita periksa, ternyata berisi sesuai manifes pengiriman daging kerbau India dari gudang di Cilincing, Jakarta,” ungkap Buyung.

Buyung menyebut ratusan bungkus daging alana yang merupakan daging impor tersebut akan dibawa dari Jakarta tujuan Bandarjaya, Lampung Tengah, dengan diangkut menggunakan kendaraan L 300 bernomor polisi BA 8939 ZA, yang dikemudikan oleh Tunggal. Ia mengaku daging tersebut rencananya akan digunakan sebagai bahan pembuatan bakso untuk didistribusikan ke sejumlah warung. Selain itu juga dijual dalam bentuk daging dengan harga sekitar Rp75 ribu per kilogram kepada konsumen peminat.

Saat diperiksa petugas, pengemudi pengangkut daging kerbau India tersebut mengaku hanya membawa dokumen impor dan juga sertifikat halal dari negara India tanpa dokumen karantina. Sebanyak 1,9 ton daging alana bahan pembuatan bakso tersebut terdiri dari daging, hati dan bahan lain dengan nilai total sebesar Rp106.548.000.

Sementara itu, Penanggungjawab Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni, Drh. Azhar, menyebut pengamanan satu unit kendaraan pengangkut komoditas tersebut dilakukan karena pengangkutan daging impor asal India itu tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah, melanggar Undang-Undang nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan. “Selain berkaitan dengan pengendalian pangan jelang lebaran, kita juga mencegah penyebaran penyakit, sebab bahan baku pembuatan sosis dan pangan lain belum diketahui sehingga perlu uji laboratorium,” terang Azhar.

Sebagai langkah penyelidikan, dua kendaraan pengangkut dan daging alana impor asal India diamankan di Kantor BKP Wilker Bakauheni. Proses pemeriksaan kandungan bahan pangan tetap akan dilakukan di laboratorium BKP Lampung, sebab uji laboratorium diperlukan untuk mengetahui jenis bahan baku pembuatannya. Pengamanan daging alana India dilakukan dua kali oleh karantina dalam kurun waktu dua pecan ini. Sebelumnya, diamankan 7 ton daging alana tanpa dokumen pada pekan pertama bulan Mei.
Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi
Bagikan:

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours