BNN Ungkap Narkotika di Solo, 1 Pelaku Tewas Tertembak

48

MINGGU, 14 MEI 2017

SOLO — Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Jawa Tengah, Sabtu petang melakukan pengungkapan kasus narkotika yang ada di wilayah Solo, Jawa Tengah. Dalam pengungkapan ini, satu pelaku meninggal dunia setelah mencoba melarikan diri.

Gelar barang bukti kasus narkotika di Solo.

“Satu pelaku tewas ini bernama Dodit, warga Jebres, Solo. Pelaku melakukan perlawanan terhadap petugas sehingga dilakukan tembakan peringatan sebanyak 2 kali dan tidak menghiraukan peringatan tersebut. Petugas BNN kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak Dodit sehingga meninggal dunia,” ungkap Kepala BNN Jateng, Tri Agus Heru Prasetyo dalam jumpa pers di RSUD Dr. Moewardi Solo, Minggu (14/5/2017) malam.

Dijelaskan, Dodit berusaha diamankan petugas BNN saat berada di Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Pelaku tewas di lokasi karena berusaha melawan petugas. Dari tangan Dodit, petugas menemukan 30 gram sabu beserta peralatan hisap.

“Sebenarnya upaya penangkapan Dodit ini dengan maksud agar menunjukkan bandar narkotika yang lebih besar di wilayah Kelurahan Paulan, Colomadi, Karanganyar. Karena melawan, petugas melakukan tindakan terukur dengan menembak dan pelaku meninggal dunia,” jelas dia.

Pengungkapan kasus narkotika di Solo tak lepas dari penangkapan seorang kurir narkoba sehari sebelumnya. Petugas BNN yang mendapatkan informasi adanya kurir narkoba dari Surabaya menuju Solo dengan menggunakan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan Nnomor Polisi S 7539 US. Petugas yang mulai membututi bus tersebut mulai dari Sragen, Jawa Tengah, hingga di wilayah Nusukan, Banjarsari, Solo.

“Di lokasi itu, sekitar pukul 18.30 WIB penumpang turun, dan petugas BNN langsung mengamankan pelaku atas nama Raden Apriyanto. Pelaku diamankan bersama barang bukti berupa 500 gram sabu, pistol air gun, serta uang tunai Rp1,8 juta,” papar Tri Agus.

Pria yang diketahui warga Laweyan Solo itu dalam pemeriksaan mengaku, diperintahkan oleh salah seorang Narapidana yang tengah menjalani hukum di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan.

Napi tersebut bernama Dicky alias Deki, yang tengah menjalani hukuman kasus narkotika selama 13 tahun. Dicky juga merupakan warga Solo, di Keluarahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres.

“Dari keterangan itu, kita kerjasama dengan Kakanwil Kemunkum Ham Jateng untuk menggeledah selnya Dicky. Setelah digeledah, petugas menemukan ponsel yang digunakan untuk mengendalikan peredaran narkotika di wilayah Surakarta. Kemudian Dicky dibawa ke Kantor BNNP Jateng di Semarang, sehingga kita berhasil mengungkap pelaku Dodit tersebut,” tambahnya.

Dalam mengungkap peredaran narkotika di wilayah Solo tersebut, BNN membutuhkan waktu hampir dua minggu. Dari kedua tangan pelaku, petugas menyita 530 gram sabu dengan total nominalnya sekitar Rp1,5 miliar.

“Untuk pelaku meninggal dunia, jenazahnya kita kirim ke RSUD Dr. Moewardi. Kasus narkotikan di wilayah Solo ini sebenarnya masih ada, tetapi sering kali terputus karena antara kurir dengan bandar narkotika tidak saling mengenal,” pungkasnya.

Kepala BNN Jateng (jas hitam) didampingi Kapolresta Solo.

 Jurnalis: Harun Alrosid/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Harun Alrosid.
Source: CendanaNews

Komentar