SENIN, 15 MEI 2017
 
MATARAM --- Sampai sekarang masih banyak perusahaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang belum mau mendaftarkan kepesertaan karyawannya dalam BPJS Ketenagakerjaan.
 Kepala Unit Hukum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Mataram, Lalu Suriatna.
Kepala Unit Hukum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Lalu Suriatna mengatakan, pihaknya telah menyurati perusahaan yang masih belum mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan mengancam akan mempidanakan kalau tidak segera mendaftarkan kepesertaan karyawannya.

"Kalau surat yang kita kirimkan tidak diindahkan, kita pidanakan dengan ancaman kurungan dan denda satu miliar, bagi perusahaan yang tidak mendaftarkan karyawannya," kata Suriatna di Mataram, Senin (15/5/2017).

Sementara untuk sangsi administrasi, perusahaan bersangkutan izinnya bisa tidak diperpanjang. Karena itulah ia meminta kepada semua perusahaan untuk taat hukum dan mematuhi UU yang ada.

Dijelaskan, jumlah perusahaan sementara ini yang terdata masuk dalam wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Mataram di tiga wilayah, antara lain Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara dengan jumlah sebanyak 59 perusahaan.

"Kalau dalam UU ketenagakerjaan, karyawan itu harus dilindungi, salah satunya melalui pemberian BPJS ketenagakerjaan, karena memang karyawan merupakan bagian dari aset yang menguntungkan perusahaan," katanya.
Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi

Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours