Budidaya Ikan Sistem Karamba, Lebih Cepat Panen

0
27

JUMAT, 5 MEI 2017
 
YOGYAKARTA — Siti Hediati Soeharto atau akrab dikenal juga dengan nama Titiek Soeharto menyambangi warga kelompok budidaya ikan nila sistem karamba di Dusun Sentolo Lor, Sentolo, Kulonprogo, Jumat (5/5/2017). Budidaya ikan nila metode karamba dilakukan, mengingat tidak mungkin bagi warga untuk mengalirkan air sungai yang berada di bawah tebing desa setinggi kurang-lebih 8 meter.

Titiek Soeharto sedang memanen ikan nila dengan sistem karamba.

Titiek Soeharto mengapresiasi warga Dusun Sentolo Lor, yang dengan kreatif dan sungguh-sungguh memanfaatkan aliran Sungai Papah di Dusun Sentolo Lor, sebagai lahan budidaya ikan nila. Sungai yang dahulu tampak seram karena ada di sudut barat dusun, kini menjadi bersih karena dimanfaatkan untuk budidaya ikan nila sistem karamba.

“Mudah-mudahan ini bisa dicontoh oleh daerah lain, memanfaatkan potensi yang ada. Sungai yang semula orang takut untuk mendatangi, sekarang bisa tampak bersih dan menghasilkan,” kata Titiek, usai menebar benih dan panen ikan nila di karamba.

Dalam kunjungan tersebut, Titiek Soeharto yang didampingi Kepala Bidang Pembudidayaan Ikan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kulonprogo, Ir. Leo Handaka, juga sempat menanam padi di sawah milik warga, dan melihat salah satu rumah warga setempat hasil dari program bedah rumah pada 2014.

Budidaya ikan nila sistem karamba, dilakukan oleh pemuda dusun yang tergabung dalam Kelompok Budidaya Ikan Argo Mino. Ada sekitar 80 petak karamba berbagai ukuran yang terbuat dari bambu, yang berderet di sepanjang pinggir Sungai Papah yang cukup deras alirannya. Sungai Papah selama ini menjadi irigasi lahan pertanian di wilayah Kulonprogo.

Titiek Soeharto sedang menanam padi.

Sekretaris Pokdakan Argo Mino, Purwanto, mengatakan, keunggulan budidaya ikan nila sistem karamba adalah lebih cepat panen. Jika dengan metode biasa dengan kolam di darat membutuhkan masa panen selama 5 bulan, namun dengan metode karamba, masa panen hanya 3 bulan. “Tentu selain lebih cepat panen, berarti biaya produksi, terutama pakan, lebih irit, sehingga keuntungan yang diperoleh juga lebih maksimal,” katanya.

Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Satmoko / Foto: Koko Triarko

Source: CendanaNews

Komentar