SABTU, 20 MEI 2017

SLAWI --- Pensiun dari pegawai negeri sipil bukan berarti aktivitas ekonomi berhenti bagi Ir. Karwadi. Mantan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Tegal ini membudidayakan Jambu Kristal di kebun yang tak jauh dari kediamannya di Jalan Menteri Supeno, Kecamatan Slawi.


Karwadi dan Budidaya Jambu Kristalnya.
Jambu kristal yang dibudidayaknnya unik, karena bijinya hanya sekitar 3-5% dari jambu pada umumnya dan letaknya pun berada di tengah.

“Jambu kristal ini berasal dari Taiwan. Selain bijinya sedikit dan menggerombol di tengah, dan rasanya pun seperti rasa buah pir, kres-kres. Kalau dilihat sekilas itu mirip jambu sukun asli Jawa,” ujar Karwadi kepada Cendana News, Sabtu (20/5/2017).

Menurut Karwadi jambu kristal bisa membesar (dalam bahasa setempat disebut mblimbing). Satu buah saja bisa mencapai berat 0,5 kg, dibanding yang tidak membesar yang satu kilogramnya berisi empat sampai lima buah.

Dia juga mengatakan bahwa peluang pasar Jambu Kristal masih sangat besar, ini terbukti setiap kali panen langsung diambil tengkulak dan langsung habis terjual.

“Pasar jambu kristal ini masih sangat bagus, permintaan dari tengkulak cukup besar tapi selama ini baru terpenuhi seperempatnya. Jika saya menjual ke tengkulak harganya Rp17.500 tapi jika sudah masuk di pasar swalayan atau di mal harganya sampai Rp35.000/kg.”

Selain budidaya di pembuahan, dia juga menjual dalam bentuk bibit siap tanam, di mana untuk setiap bibit siap tanam hasil stek batang dijual dengan harga Rp40.000 per batang, sehingga dalam hitungan dalam beberapa bulan akan langsung berbuah.

Tak hanya budidaya jenis jambu kristal saja yang ia geluti, dia juga budidaya pepaya Kalifornia, pembibitan pepaya Kalifornia, pembibitan kelengkeng diamond, kelengkeng pingpong, dan juga jambu deli madu.

“Dalam satu bulan musim buah, biasaanya pohon jambu kristal mampu menghasilkan 25 kg/batang , ditambah dengan penjualan bibit, saya bisa mengantongi omzet Rp5 juta–7 juta/bulan. Khusus untuk pembibitan yang paling laris adalah bibit pepaya Kalifornia, di mana untuk satu pohon dijual dengan harga Rp2.000, bibit kelengkeng Rp50.000 per pohon, dan jambu deli madu Rp. 40.000  per pohon.”

Dia juga berpesan dalam budidaya tanaman buah, hendaknya memperhatikan kondisi tanaman, yaitu perawatan, pemupukan, dan pengendalian hama gulma, semua itu dilakukan agar pohon tersebut subur, jika pohon itu subur maka akan banyak berbuah dan juga berkualitas.

Jurnalis: Adi Purwanto/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Adi Purwanto


Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours