Bupati Sikka, Sebut BBGRM Ciptakan Persatuan

0
20

JUMAT, 19 MEI 2017

MAUMERE — Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) merupakan suatu momentum yang sangat bermakna dalam mendorong semangat kebersamaan, kekeluargaan, persaudaraan, untuk tetap menciptakan rasa persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera, saat kegiatan pencanangan BBGRM tingkat Kabupaten Sikka.

Demikian  disampaikan Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, kepada Cendana News, Jumat (19/5/2017), terkait kegiatan BBGRM tingkat kabupaten di Sikka, yang telah dilaksanakan di Pulau Palue. Menurutnya, dengan saling bekerjasama, bahu-membahu, dan tolong-menolong guna mengurangi bahkan mengatasi beban hidup yang dialami sesama serta mendorong swadaya, partisipasi, dan gotong-royong dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Gotong-royong adalah kerja banting tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama, amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua,” tegasnya.

Menurut Ansar, masyarakat kita sejak lama tentu telah sadar betul, bahwa sebagai makhluk sosial, untuk memenuhi kebutuhannya harus melibatkan orang lain. Tapi, sebaliknya juga perlu melibatkan diri untuk membantu orang lain, agar melepaskan diri dari kesulitan. “Tidak semua hal bisa dilakukan sendiri atau menggunakan kekuatan sendiri, dan  itulah mengapa istilah gotong-royong dikatakan telah membumi di negeri tercinta ini,” terangnya.

Ansar juga meminta, agar semangat gotong-royong yang dilaksanakan di setiap Desa atau Kelurahan selama satu bulan pada setiap tahun ini, hendaknya terus digelorakan dan dilestarikan secara berdaya-guna dan berhasil-guna, melalui peningkatan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan.

Kepala Bidang Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sikka, Dahlan, menjelaskan gotong-royong merupakan salah satu gerakan untuk memperkuat kesadaran bersama terhadap pergeseran arah kebijakan pembangunan nasional pada era otonomi daerah, dengan mengedepankan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan dalam mewujudkan ketertiban dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Dahlan, tujuan pelaksanaan kegiatan BBGRM, HKG PKK dan Hari Keluarga, yakni  meningkatkan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotong-royongan masyarakat. “Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan hasil-hasil pembangunan,” sebutnya.

Selain itu, agar dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam membangun diri dan lingkungannya secara mandiri serta meningkatkan kemitraan antara masyarakat dan Pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan. “Juga untuk mendorong semangat Tim Penggerak PKK untuk berpartisipasi dalam pembangunan, baik di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten, melalui kegiatan 10 Program Pokok PKK, sehingga dapat menciptakan kehidupan rumah tangga dan keluarga yang bahagia dan sejahtera,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Source: CendanaNews

Komentar