KAMIS, 4 MEI 2017


LAMPUNG --- Kesenian kuda kepang atau jaranan identik terbuat dari bambu yang dianyam membentuk kuda kepang untuk pelengkap bermain tari jaranan. Meski demikian, kesenian jaranan kerap dilengkapi dengan pemain barongan yang menjadi penyebab pemain jaranan akan mengalami "mabuk" setelah disentuh oleh pemain barongan dengan hentakan barongan yang akan dimainkan secara khusus oleh ahlinya.
Barongan yang belum selesai dibuat menggunakan kayu pule.
Sebuah barongan sengaja dibuat sebagai pelengkap sebuah kesenian kuda kepang dan memerlukan keahlian khusus untuk membuatnya, seperti yang ditekuni oleh Gunawan (29), warga Dusun Pangedutan, Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Pembuatan barongan diakuinya membutuhkan ketelatenan dan keahlian khusus untuk menciptakan barongan yang menarik dan unik.

Gunawan menyebut, mewarisi keahlian membuat barongan dari warisan sang ayah, Slamet (74) yang merupakan perajin pembuatan barongan di Kecamatan Probolinggo, Kabupaten Lampung Timur. Sang ayah yang kerap menemani pembuatan barongan di depan rumahnya bahkan mengaku telah membuat ratusan barongan yang dipergunakan oleh berbagai kelompok atau grup kesenian barongan yang ada di Kabupaten Lampung Timur. Setelah bertahun-tahun membuat barongan seiring dengan bertambahnya usia membuat sang ayah berhenti membuat barongan dan bakat alami tersebut menurun pada sang anak,Gunawan. Meski bukan pekerjaan utama, bagi Gunawan membuat barongan merupakan sebuah keahlian yang kerap membuatnya diminta membuat barongan bagi kelompok jaranan.
Barongan baru, membentuk mata dan hidung.
"Secara kebetulan bermula dari kecintaan saya pada kesenian jaranan dan saya didaulat menjadi pemain barongan. Selain sebagai anggota kelompok saya juga membuat barongan dan kerap diminta kelompok lain membuat barongan," ungkap Gunawan saat ditemui Cendana News tengah melakukan proses pemahatan barongan pesanan salah satu grup jaranan dari tetangga sebelah, Kamis sore (4/5/2017).

Proses pembuatan barongan diakui dimulai dari proses pemilihan kayu dari jenis kayu Pule yang memiliki sifat kuat dan tidak mudah pecah. Selain itu kayu pule memiliki tekstur bersih dan mudah dipahat sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Kayu pada bagian batang tengah sepanjang sekitar 60 centimeter akan dipersiapkan secara khusus untuk menciptakan barongan yang diinginkan mulai dari membentuk bagian hidung, mata dan moncong bagian atas. Alat-alat yang dipersiapkan pun terbilang sederhana di antaranya pisau, golok, pahat kecil, pemukul kayu serta martil serta alat-alat lain pada tahap pembuatan. Selanjutnya bahan berupa cat, kulit sapi kering, rambut dari ijuk kelapa serta kain khusus akan dipersiapkan sebagai proses penyelesaian.

Kehati-hatian dalam memahat dan membentuk wajah barongan diakui oleh Gunawan semula dilakukan dengan membuat pola menggunakan pensil. Namun setelah membuat ratusan barongan pesanan dari berbagai grup barongan dari wilayah Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Lampung Selatan membuatnya semakin mahir. Sebagai pemain barongan pada kesenian jaranan ia juga menyebut setiap grup kesenian jaranan menyesuaikan bentuk barongan, warna serta kostum pelengkap pada barongan sesuai dengan warna dan corak jaranan yang dibuat. Meski demikian pakem warna yang kerap digunakan pada barongan di antaranya warna hitam, putih dan merah. Bentuk barongan yang menyerupai harimau dan terkadang barongan jenis leak juga dibuatnya.
Proses pemahatan kayu pule menjadi barongan.
Bapak dua anak tersebut menyebut proses pembuatan barongan tidak diterimanya sebagai pesanan harian atau bulanan melainkan sebagai pesanan dari pemilik grup kuda kepang. Menggunakan bahan dari kayu pule, kulit sapi, ijuk serta berbagai bahan lain hingga pengecatan membuat biaya pembuatan barongan bisa mencapai Rp850 ribu hingga Rp900 ribu. Sementara untuk barongan yang dijual secara umum dan dibeli oleh grup kesenian kuda kepang atau jaranan rata-rata seharga Rp1 juta. Meski demikian, ia menyebut, sebagian grup kesenian jaranan juga memintanya untuk menjadi pemain barongan bertepatan pada saat penggunaan barongan pertama kali.

Satu barongan yang dipesan oleh pemilik grup kesenian jaranan biasanya dilakukan setelah barongan lama nyaris rusak. Dalam sepekan ia menyebut bisa menyelesaikan proses pembuatan barongan dimulai dari proses pemotongan bahan, pemahatan hingga proses pengecatan. Ia menyebut, memiliki profesi sebagai seorang petani membuat pekerjaan membuat barongan dikerjakannya sebagai sambilan dan dikerjakan saat sore atau bahkan malam hari. Meski membuat barongan namun ia menyebut tak pernah membuat penthul atau topeng kecil yang kerap disertakan dalam kesenian jaranan.

Meski mendapat upah yang cukup lumayan untuk pembuatan barongan ia menyebut tidak lantas membuat barongan dalam jumlah banyak. Seperti sang ayah ia mengaku akan membuat barongan berdasarkan pesanan sebab tidak semua grup kesenian jaranan memesan barongan dalam waktu yang cukup dekat dan bahkan tergantung tingkat keawetan kayu yang digunakan. Semakin bagus kualitas kayu yang dibuat maka barongan yang dibuat akan semakin awet bahkan Gunawan menyebut, setelah barongan yang dibuat sang ayah berusia 20 tahun, baru minta dibuatkan barongan baru olehnya sebagai pengganti.
Slamet, sang ayah Gunawan yang juga pernah menekuni pembuatan barongan.
Kepuasan pelanggan dengan hasil barongan yang berkualitas diakuinya juga merupakan kepuasan bagi dirinya. Sebab sebagian pemesan pembuat barongan akan mendaulatnya memainkan barongan tersebut untuk membuktikan kehandalan barongan yang dibuat lengkap dengan mata, telinga, rambut, serta barongan tersebut bisa menganga atau mengesankan. Bisa menerkam pemain kuda kepang serta penonton yang berada di dekat barongan. Perlu ritual khusus oleh grup musik jaranan sebelum barongan tersebut resmi digunakan dan biasanya barongan akan dikeluarkan bertepatan dengan saat saat khusus sebelum dimainkan oleh grup kesenian jaranan.

Semakin banyaknya grup kesenian jaranan dan semakin senangnya masyarakat akan kesenian tradisional tersebut juga ikut mempengaruhi permintaan barongan yang ditujukan kepadanya. Barongan yang dibuat oleh Gunawan sebagian merupakan jenis barongan untuk kesenian jaranan yang berasal dari wilayah Jawa Timur di antaranya Banyuwangi. Tak mengherankan, ungkap Gunawan, saat ini banyak bermunculan grup kesenian jaranan di antaranya Sari Budoyo, Rukun Santoso, Kirana Budoyo serta beberapa desa memiliki lebih dari satu grup kesenian jaranan dengan semakin banyaknya tanggapan untuk hiburan.
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi


Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours