RABU, 17 MEI 2017

MARABAHAN --- Setelah lima tahun tidak ada peningkatan biaya sewa, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menaikan tarif stan pedagang pasar Ramadhan tahun 2017 yang dipusatkan di depan kantor Bupati. Hal tersebut didasari karena beberapa perangkat berjualan butuh perbaikan.

Kabid Pariwisata Kabupaten Barito Kuala, Rosida Watty
"Tarif sewa stan sudah lima tahun tidak ada kenaikan, dulu Rp250 ribu dan sekarang menjadi Rp300 ribu untuk satu bulan. Kami terpaksa menaikkan tarif karena tidak ada anggaran perawatan, ada sebagian tenda bocor,” ujar Kepala Bidang Pariwisata Kabupaten Barito Kuala, Rosida Watty, Rabu (17/5/2017).

Rosida menyebutkan, pihaknya menyiapkan 80 meja pedagang yang akan dibuka pada 26 April hingga 25 Juni 2017 tersebut. Meski banyak yang mendaftar, namun tidak semuanya dapat tertampung oleh tempat berjualan.

“Kami banyak menolak karena mejanya terbatas. Tapi ada beberapa pedagang yang rela berjualan walaupun enggak dapat tenda dan meja,” ujar dia.

Selain itu, dalam menyemarakkan bulan suci, Rosida mengatakan pasar Ramadhan mengajak masyarakat untuk mengunjungi tempat rekreasi di tepi aliran Sungai Barito yang kerap disebut Uleg Marabahan itu.

“Semua tempat berdagang menghadap Sungai Barito, kami ingin mengenalkan lagi tradisi kehidupan warga Marabahan yang identik budaya sungai. Hitung-hitung sekalian mengenalkan Uleg Marabahan,” Rosida berujar.

Seorang pedagang pasar Ramadhan, Nurhaidah mengatakan, tidak mempersoalkan kenaikan tarif sewa stan pasar Ramadhan. Tapi, ia berharap aneka kudapan yang ditawarkan dapat laris dibeli oleh konsumen. Berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Nurhaidah mengaku tidak semua kudapan asli Banjar ludes terjual.

“Tarifnya naik Rp 50 ribu, mau bagaimana lagi. Semoga kenaikan tarif membuat wadai (kue) laris tee terjual. Saya setiap tahun ikut berdagang di sini,” kata Nurhaidah.
Jurnalis : Diananta P Sumedi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Diananta P Sumedi
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours