SENIN, 15 MEI 2017

TEGAL --- Setelah memberikan sambutannya pada acara Loka Karya Akselerasi, Sinergi dan Inklusi Keuangan Mikro (AKSI Mikro), Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Sri Adiningsih, didampingi Walikota Tegal, KMT Hj. Siti Masitha, mengunjungi Kampung Nelayan Kota Tegal, Senin (15/5/2017).
Sri Adiningsih saat berdialog dengan nelayan Kota Tegal 
Kunjungan Sri Adiningsih ke kota Tegal juga dikhususkan untuk meninjau secara langsung kondisi perekonomian yang dialami oleh nelayan kota Tegal, setelah adanya larangan melaut menggunakan alat tangkap cantrang oleh Pemerintah Pusat.

Dalam dialoganya, salah seorang pengurus persatuan nelayan Kota Tegal (PNKT), Susanto Agus, menitipkan surat disertai kajian hasil penelitian tentang penggunaan cantrang untuk disampaikan kepada Presiden. “Kami selaku nelayan Kota Tegal titip surat serta kajian hasil penelitian tentang cantrang untuk disampaikan pada Bapak Presiden Joko Widodo,” kata Agus.

Agus mengaku terpaksa beralih dari nelayan dengan alat tangkap cantrang ke nelayan dengan alat Gillnet, karena takut ditangkap aparat keamanan saat melaut. Namun, alat tangkap ikan jenis Gillnet selain harganya mahal, juga susah dioperasikan, sehingga terpaksa mendatangkan anak buah kapal (ABK) dari luar kota yang bisa mengoperasikan Gillnet. Dengan kondisi tersebut, semakin memperburuk ekonomi nelayan di Kota Tegal.

“Jangan sampai rumah kami disita pihak bank karena kami tidak bisa lagi membayar angsuran pinjaman pembelian alat gillnet, karena tidak bisa melaut,” katanya.

Agus dan masyarakat nelayan Kota Tegal juga menuntut agar keputusan tersebut dapat segera dicabut atau dicarikan solusi yang terbaik.

Menanggapi keluhan ekonomi nelayan yang kian menurun dampak dari kebijakan Pemerintah Pusat, Sri Adiningsih mengatakan, meski sudah ada perpanjangan penggunaan alat tangkap cantrang hingga akhir 2017, tapi ternyata di lapangan belum bisa dilakukan karena putusan tertulisnya belum sampai ke Tegal. Sehingga hal ini membuat nelayan merasa takut untuk melaut dan berdampak pada ekonomi masyarakat.

Sri berjanji akan menyampaikan seluruh aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat nelayan Kota Tegal pada Presiden, karena semua itu sudah merupakan tugas dan tanggungjawabnya untuk memberikan masukan dan pertimbangan atas setiap kebijakan yang dibuat.

“Semua aspirasi baik yang telah disampaikan atau belum, harap ditulis. Aspirasi tersebut akan saya lampirkan dalam surat resmi yang akan saya tulis pada Presiden agar dicarikan solusi yang terbaik. Karena selama ini tidak dipungkiri, peran nelayan di Kota Tegal cukup besar. Semoga nantinya akan ada solusi yang terbaik, sehingga kondisi perekonomian nelayan akan pulih seperti semula,” ujar Sri.
Jurnalis: Adi Purwanto/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Adi Purwanto
Bagikan:

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours