KAMIS, 4 MEI 2017

BALIKPAPAN --- Kawasan Jalan MT Haryono Kota Balikpapan, menjadi langganan banjir saat hujan datang, mengingat di kawasan menjadi jalan air Sungai Ampal. Sementara itu, upaya pencegahan dengan normalisasi sungai membutuhkan waktu lama dan biaya besar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan, Tara Alorante

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan, Tara Alorante, mengungkapkan, upaya pencegahan banjir di beberapa titik di Kota Balikpapan terus dilakukan Pemerintah, namun yang menjadi prioritas di kawasan MT Haryono, karena daerah itu sering terendam banjir bila hujan turun. "Upaya yang dilakukan, yakni normalisasi muara Sungai Ampal. Tapi, itu butuh waktu lama, karena harus ada pembebasan lahan, dan biaya yang tidak sedikit," katanya, Kamis (4/5/2017).

Disamping normalisasi, ia menjelaskan pemeliharaan drainase juga terus dilakukan seperti pembersihan sedimen dengan eskavator yang turun ke sungai. Adapun UPT memiliki anggota 100 lebih, dengan anggaran tahun ini sebesar Rp6 miliar. "Sementara itu dulu, saat ini proses identifikasi untuk normalisasi sungai. Selanjutnya pengukuran, lalu diumumkan, bukti kepemilikan semua sudah clear, baru peta bidang dan terbit baru di appraisal," terang Tara.

Kendati normalisasi membutuhkan proses yang lama, tahun ini pembebasan tanah menjadi prioritas. Sehingga, normalisasi bisa dilakukan secara bertahap. "Berapa anggaran yang diperlukan nanti dulu, tunggu appraisalnya," ujarnya.

Tara juga menambahkan, banjir yang terjadi di Jalan MT Haryono karena sebagian parit bermuara di sisi jalan dan paritnya kurang besar. "Harapannya dengan pemeliharaan drainase dapat mengurangi banjir di kawasan tersebut," imbuhnya.
Jurnalis: Ferry Cahyanti/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ferry Cahyanti
Bagikan:

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours