Cerita Penjual Pentolan Bakso yang Mampu Raup Keuntungan Hingga Jutaan Rupiah

0
16

SABTU, 6 MEI 2017

MATARAM — Selain biasa dijual di warung bakso, pentolan kecil bakso yang terbuat dari tumbukan daging dan sedikit campuran tepung ternyata juga banyak dijual keliling para pedagang dan menjadi cemilan yang cukup disukai masyarakat, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa.

Suherman, pentolan bakso di Mataram dengan para pelanggannya.

Tidak heran setiap hari di tempat keramaian seperti taman, sekolah dan kampus pentolan bakso banyak diburu dan laris terjual, sebagai cemilan tongkrongan sambil menikmati secangkir jus maupun es dingin.

Suherman, salah satu penjual pentolan bakso Jalan Pemuda Gomong, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaku, menjual pentolan bakso ia nilai lebih menjanjikan daripada bakso.

“Jualan pentolan bakso lebih menjanjikan daripada, membuka warung mie ayam maupun jualan bakso, tidak terlalu banyak pembeli, keuntungan didapatkan juga sedikit,” kata Suherman, Sabtu (6/5/2017).

Ia mengatakan, dulu sewaktu jualan bakso keliling dalam semalam keuntungan didapatkan paling sampai ratusan ribu, bahkan terkadang sekedar balik modal, makanya berhenti dan beralih jualan pentolan bakso.

Suherman mengaku, sekarang dengan jualan pentolan bakso, keuntungan didapatkan dalam sehari tiga sampai empat juta dalam sehari, dengan modal hanya satu juta rupiah, karena sangat diminati.

“Pentolan bakso banyak disukai masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa, selain rasanya lezat dan empuk, karena terbuat dari gilingan halus daging sapi maupun daging kambing, juga karena bentuknya praktis dan bisa dijadikan cemilan,” ungkapnya.

Ditambahkan, dalam waktu tertentu dirinya terkadang sering kewalahan melayani pembeli, terutama siang jelang orang pulang kerja dan sore hari.

Reni mahasiswa Universitas Mataram mengaku paling suka makan pentolan bakso sebagai cemilan bersama teman-temannya sambil sekedar duduk ngobrol atau belajar bareng temannya di taman kampus.

“Pentolan enak dan empuk, tidak terlalu banyak tepung, paling saya suka makan kalau belanja cemilan ke kampus bersama teman-teman.”

Jurnalis: Turmuzi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi
Source: CendanaNews

Komentar