KAMIS, 4 MEI 2017

MAUMERE ---  Di tengah maraknya permasalahan mengenai kebhinekaan dan menjaga toleransi beragama di dalam kehidupan bermasyarakat, Warga desa Darat Pantai  kecamatan Talibura kabupaten Sikka menyuguhkan fakta berbeda.

Personil TNI yang melakukan kegiatan TMMD ke-98 di desa arat Pantai sedang bercengkerama di rumah bapak Hasan di dusun Napung Gelang
Di desa yang berjarak sekitar 40 kilometer arah timur kota Maumere, ibu kota kabupaten Sikka, penduduknya yang beragama Islam dan Katolik hidup rukun dan tidak pernah terdengar adanya pertengkaran terkait agama maupun suku.

Bahkan yang mencegangkan dan jarang terdapat di tempat lain, di desa yang berpenduduk 1.402 orang dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 421 ini, dalam sebuah rumah hidup berdampingan secara damai dengan anggota keluarga yang memiliki agama berbeda.

“Disini kerukunan beragama sangat bagus sekali bahkan tidak ada di tempat lain, dimana dalam satu rumah, tinggal bersama anggota keluarga yang menganut agama Islam dan Katolik,” ujar Emanuel Nong Endi.

Kepala desa Darat Pantai ini saat ditemui Cendana News di sela-sela penutupan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-98, Kamis (4/5/2017) sore menyebutkan, keharmonisan ini sudah dibangun sejak dulu dan tetap terjaga.

Kepala desa Darat Pantai, Emanuel Nong Endi
Meski bangunan rumah ibadah masjid dan kapela masih sederhana, tidak menyurutkan langkah warga tiga dusun yakni dusun Wairua, Blatat dan Napung Gelang untuk beribadah sesuai agama yang dianutnya dan tidak ada pembicaraan terkait persoalan agama yang dianut.

Bagi bapak Haji Wahid dan Idil Adha, warga dusun Napung Gelang, warga desa Darat Pantai selalu menghormati agama yang dianut sesamanya, bahkan anggota keluarganya yang lain, sehingga kerukunan beragama tetap terjaga.

Warga di desa ini, lebih menyibukan diri melakukan aktifitas mencari nafkah daripada duduk bercengkerama dan membicarakan masalah agama yang dapat memicu pertengkaran antar sesama anggota keluarga.
Jurnalis : Ebed de Rosary / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours