JUMAT, 19 MEI 2017

LAMPUNG --- Hadirnya pasar malam masih menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat di pedesaan di wilayah Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Pasar malam dengan beragam hiburan menarik, khususnya bagi anak-anak yang datang bersama orangtua, menjadi obyek wisata malam hari yang digelar di lapangan Kecamatan Penengahan.
Pasar Malam di Penengahan
Selain beragam hiburan menarik, beragam penjual makanan dan minuman tradisional pun hadir dalam kegiatan pasar malam, mulai dari es krim, kerak telor khas Betawi, kacang rebus, jagung rebus, pakaian, berbagai perabotan rumah tangga yang ditawarkan oleh para pedagang tanpa kecuali berbagai mainan anak-anak yang dijual berupa kapal mini, pesawat mini serta berbagai mainan anak-anak lainnya.

Pasar malam di lapangan Kecamatan Penengahan yang digelar sejak Kamis (18/5/2017) tersebut, menurut salah satu penjaga wahana kereta mini, Randi, menjadi daya tarik bagi masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan. Ia menyebut, setelah berkeliling di seluruh wilayah Lampung dengan rata-rata membuka pasar malam selama dua pekan hingga satu bulan, kegiatan pasar malam di lapangan tersebut menjadi kegiatan pasar malam terakhir sebelum bulan suci Ramadhan.

Menurut Randi, pasar malam pada akhir sebelum bulan suci Ramadhan, baru akan digelar lagi tiga bulan setelah lebaran. "Masyarakat cukup antusias, terutama yang membawa anak-anaknya untuk menikmati berbagai wahana permainan anak-anak, sekaligus melihat-lihat barang-barang yang bisa dibeli mulai dari hiasan dinding sampai perlengkapan rumah tangga," terang Randi, saat ditemui Cendana News, Jumat (19/5/2017), malam.

Keberadaan pasar malam tersebut juga menjadi kesempatan bagi para pedagang dadakan untuk berjualan berbagai makanan tradisional. Sodik, salah satu pedagang kerak telor khas Betawi sebagai bagian dari anggota pasar malam tersebut mengaku berjualan kerak telor dalam satu malam menghabiskan sekitar 50 butir telur, bahkan bisa lebih.

Kehadiran makanan khas Betawi yang ada di pasar malam tersebut cukup diminati masyarakat, terutama yang belum pernah merasakan kerak telur khas Betawi yang dijualnya seharga Rp15.000 untuk telur ayam dan Rp20.000 untuk telur bebek. Dalam semalam, Randi mengaku mendapat omzet ratusan ribu selama mengikuti pasar malam tersebut.

Hal yang sama juga dialami oleh Aden, salah satu penjual mie tetek serta penjual bakso dan mie ayam yang berjualan secara dadakan di pasar malam tersebut. Aden menyebut, pasar malam memberinya tambahan penghasilan sebelum bulan suci Ramadhan, dengan omzet mencapai ratusan ribu rupiah per malam. Setidaknya, ia masih memiliki waktu sepekan lebih sebelum pasar malam tersebut berakhir menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

"Setelah pasar malam ini berkahir, kami sudah tidak akan berjualan lagi karena fokus melaksanakan ibadah puasa dan klub pasar malam akan kembali lagi ke asalnya di Jakarta," terang Aden.
Randi
Selain memberi penghasilan tambahan bagi masyarakat, antusiasme ribuan masyarakat yang melihat pasar malam tersebut ikut memberi penghasilan bagi para juru parkir. Beberapa lokasi parkir yang disediakan bagi para pemilik kendaraan dengan biaya parkir Rp5.000 per kendaraan, setidaknya memberi penghasilan tambahan bagi Karang Taruna dan pemuda yang meluangkan waktunya menjadi juru parkir.

Keberadaan pasar malam yang masih menjadi hiburan murah bagi masyarakat di pedesaan, diakui salah satu warga, Ani, yang membawa serta dua orang anaknya yang duduk di bangku sekolah dasar. Selain murah meriah, Ani menyebut berbagai hiburan disediakan di pasar malam, di antaranya komedi putar, kincir angin, wahana loncat-loncat untuk anak-anak, rumah hantu, atraksi motor tong setan serta berbagai jenis wahana lain.

Selain lokasi yang dekat dengan jalan raya dan berada di lapangan pusat kecamatan, kehadiran pasar malam tersebut sekaligus menjadi hiburan menarik bagi para warga di pedesaan. Berbagai wahana yang ditawarkan pun diakuinya cukup murah. Dengan hanya membayar Rp5.000 hingga Rp10.000 per jam, Ani bisa menyenangkan anaknya untuk naik komedi putar atau bermain loncat-loncat terbuat dari karet.

Keberadaan pasar malam yang hadir satu tahun sekali tersebut, menjadi momen yang paling dinanti oleh warga, terutama para anak anak dan menjadi sumber penghasilan bagi pengelola pasar malam, sekaligus warga pedagang makanan tradisional yang ikut berjualan sebagai pedagang dadakan sebelum bulan suci Ramadhan.
Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi
Bagikan:

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours