KAMIS, 4 MEI 2017

LAMPUNG --- Meski telah mendekati bulan suci, Ramadhan, sejumlah pedagang di pasar tradisional di Kabupaten Lampung Selatan, hingga kini masih menjual berbagai macam kebutuhan pokok dengan harga relatif normal. Menurut salah satu pedagang di pasar tradisional Kecamatan Sidomulyo, Sumini (35), hal demikian disebabkan lancarnya distribusi.
Aktivitas ibu rumah tangga belanja di pasar tradisional
Sumini mengatakan, sejumlah barang yang dijual di pasar tradisional didatangkan dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat dan wilayah Bengkulu, dengan distribusi yang cukup lancar dan pasokan yang mencukupi. Hingga kini, ia belum menaikkan harga sejumlah kebutuhan pokok, meski ada beberapa barang yang sudah mengalami kenaikan sejak dua pekan lalu.

Sumini menyebut, faktor kenaikan harga yang kerap terjadi di sejumlah pasar, salah satunya disebabkan kelangkaan pasokan barang dan kurang lancarnya distribusi. Namun, dengan kondisi cuaca yang cukup mendukung saat ini, distribusi dan pasokan cukup lancar, sehingga tidak ada alasan bagi pedagang untuk menaikkan harga.

Sumini mengemukakan pula, jika bulan Ramadhan yang masih akan berlangsung beberapa pekan lagi, masih belum berpengaruh signifikan terhadap harga-harga kebutuhan pokok di pasaran. Sebagai pedagang yang hendak mengambil untung besar, namun Sumini mengaku tetap memperhatikan daya beli masyarakat.

"Kita lihat permintaan pasar, terutama dari para ibu rumah tangga yang saat ini masih menahan untuk belanja banyak, karena sebagian justru menabung untuk persiapan Ramadhan, kalaupun belanja, hanya sedikit kebutuhan sehari-hari," terang Sumini, Kamis (4/5/2017).

Menurut Sumini, berbarengan dengan masa panen petani di sejumlah wilayah, juga membuat permintaan akan beras di pasaran masih cukup stagnan, karena sebagian konsumen memilih membeli beras di sejumlah penggilingan padi dari gabah petani. Sumini sendiri menjual beras kelas biasa hingga premium seharga Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

Harga yang cukup stabil tersebut juga dipengaruhi baiknya hasil panen petani di sejumlah wilayah pertanian di Kecamatan Palas, Kecamatan Sragi, Kecamatan Sidomulyo, sehingga harga beras tidak mengalami kenaikan signifikan. Kalaupun ada kenaikan, hanya berkisar Rp250 hingga Rp500 per kilogram.

Saat ini, beberapa harga beras di pasaran, di antaranya beras IR 64 dijual Rp10.500 per kilogram, beras Muncul Rp11.800 per kilogram, beras Premium jenis Rojolele dan pandan wangi bisa mencapai Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram. Harga tersebut diprediksi akan mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadhan, seiring dengan meningkatnya permintaan dari masyarakat.

Distribusi yang lancar dari sejumlah penggilingan padi di wilayah Lampung Selatan, dan munculnya beras dengan merk padi asli Lampung Selatan (Beras Palas) yang merupakan produk asli Lampung Selatan yang digagas Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, juga ikut menstabilkan harga beras, karena beras tersebut dijual dengan harga Rp45.000 per 5 kilogram, atau seharga Rp9.700 per kilogram.
Sumini, salah satu pedagang kebutuhan pokok di pasar tradisional
Selain harga beras, sejumlah harga kebutuhan pokok lain dan bumbu dapur menurut Sumini dan pedagang lain juga masih cukup stabil. Salah satu pedagang lain, Slamet yang berjualan bersama sang istri, Santi, menyebutkan, saat ini harga kebutuhan bumbu dapur meliputi bawang merah dan putih masih cukup stabil.

Harga bawang merah ukuran kecil saat ini dijual seharga Rp28.000 per kilogram, bawang merah besar dijual seharga Rp30.000 per kilogram, bawang putih dijual seharga Rp50.000 per kilogram, cabai merah besar Rp25.000 per kilogram, cabai rawit dijual seharga Rp40.000 per kilogram, kentang Rp15.000 per kilogram, wortel Rp8.000 per kilogram.

Selain itu, sejumlah barang lain, di antaranya sayuran masih dijual cukup stabil dari kisaran harga R2.000 per ikat hingga Rp5.000 per ikat, mulai dari sawi, terong, buncis, hingga kacang panjang. Harga telur dipatok Rp21.000 per kilogram, gula merah atau kelapa Rp13.000 per kilogram dan gula aren dijual Rp20.000 per kilogram. Pasokan yang berasal dari wilayah lokal diakui Slamet membuat harga kebutuhan masih cukup stabil.

"Khusus untuk bawang putih dan bawang merah, pasokan masih mengandalkan dari Brebes, Jawa Tengah, namun sebagian sudah bisa dipasok dari Kecamatan Ketapang, yang mulai membudidayakan bawang merah," ungkap Slamet.

Khusus untuk bawang merah ukuran kecil dan sedang, Slamet mengaku mendatangkannya dari petani lokal di wilayah Kecamatan Ketapang, dan menjualnya seharga Rp25.000 per kilogram. Meski masih murah, namun ia juga belum bisa memprediksi akan adanya kenaikan harga bawang merah serta kebutuhan lain menjelang bulan Ramadhan.

Slamet dan pedagang di pasar tradisional tersebut masih berharap, permintaan stabil dan stok barang yang saat ini ada bisa terjual, sebab dengan harga yang mahal dengan permintaan sedikit, justru akan menumpuk stok dan barang yang tak tahan lama dan memiliki kemungkinan membusuk dan justru menimbulkan kerugian.

"Dijual standar saja, yang penting permintaan mengalir lancar kalau harganya mahal justru tak ada pembeli beresiko menumpuk stok barang kalau busuk atau rusak malah merugi," kata Slamet.

Slamet pun berharap, menjelang Ramadhan, tidak akan ada spekulan atau distributor nakal yang menyimpan barang dalam jumlah banyak, sehingga pasokan di pasar berkurang. Pasalnya, dengan semakin dekatnya bulan Ramadhan, beberapa distributor telah secara perlahan menaikkan harga, sehingga pedagang pengecer seperti dirinya mau tak mau ikut menaikkan harga menyesuaikan harga modal.
Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi
Bagikan:

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours