DKK Pelajari Laporan Dugaan Kecurangan Rumah Sakit

49

KAMIS, 18 MEI 2017
BALIKPAPAN — Laporan terhadap dugaan fraud (kecurangan) yang dilakukan rumah sakit di Balikpapan kepada Dinas Kesehatan Kota (DKK) saat ini masih dipelajari. Karena laporan yang masuk memang harus dipelajari terlebih dahulu, kemudian dilakukan verifikasi terhadap rumah sakit terkait.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Balerina JPP.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balerina mengungkapkan, khusus di Balikpapan laporan yang biasa masuk adalah saat pemulangan pasien. Dalam hal ini terjadi perbedaan persepsi antara rumah sakit dengan pasien atau keluarganya.

“Kondisi ini menimpa mereka peserta BPJS Kesehatan. Ada lagi laporan soal tagihan awal masuk rumah sakit saat akan melakukan rawat inap. Saya juga sempat marah, kok ada rumah sakit yang masih menagih padahal peserta BPJS,” jelasnya, Kamis (18/5/2017).

Laporan lainnya adalah persoalan penolakan dengan alasan kamar penuh. Balerina menyebutkan, masyarakat Balikpapan paling banyak menggunakan kelas II dan kelas I dalam kepesertaan BPJS. Sementara kelas III ada sekitar 90 ribuan.

“Angka pastinya saya tidak hafal, tetapi seharusnya dengan angka sekian okupansi rumah sakit cukup. Dan harusnya tidak ada penolakan dengan alasan kamar penuh,” tegas Balerina.

Dari semua laporan yang masuk, pihaknya masih mempelajari terlebih dahulu dan perlu dilakukan verifikasi apakah benar ada indikasi fraud atau tidak.

“Masih dipelajari dan untuk sampai ke fraud perlu dilakukan verifikasi. Ini juga ada kaitannya dengan INA-CBG’s yang baru sehingga masih kami pelajari. Rumah sakit juga perlu menyesuaikan. Laporan yang masuk hampir semua, saya tidak bisa sebut satu persatu,” ulasnya.

Terkait soal paket BPJS, Balerina mengaku masih mempelajarinya. Namun pihaknya masih fokus soal fraud yang terindikasi dilakukan rumah sakit. Apabila terbukti sanksinya berupa teguran tertulis tiga kali dan setelah itu dilakukan verifikasi maka izinnya bisa dicabut.

“Apabila benar ada praktik fraud jelas kita kasih teguran sebanyak tiga kali dan jika terbukti setelah verifikasi maka kami bisa cabut izinnya,” tandasnya.

Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti

Source: CendanaNews

Komentar