Drainase Mampet, Pemkot Banjarmasin Salahkan Pengembang

49

SELASA, 16 MEI 2017

BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin menduga saluran air yang mampet akibat pembangunan bangunan beton tanpa perencanaan baik. Selain itu pembuangan sembarangan material bangunan juga diduga sebagai penyebab lainnya.

Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyani

Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyani mengatakan, sudah berulang kali mengingatkan pengembang ruko agar tidak membuang bekas material ke drainase.

“Sudah dalam berbagai kesempatan kami ingatkan. Namun ada yang melaksanakannya, ada juga yang tidak mengindahkan,” ujar Gusti Ridwan kepada wartawan, Selasa (16/5/2017).

Disebutkan, pihaknya mesti mengeluarkan biaya pemeliharaan mahal akibat drainase kerap mampet setiap tahunnya. Pada 2017, telah menganggarkan duit sebesar Rp 2 Miliar untuk melakukan perbaikan di beberapa titik drainase strategis, seperti Pasar Sentral Antasari, Sultan Adam, dan kawasan Dahlia.

“Besar harapan kami agar ke depan pengembang ruko dalam membangun rukonya bisa lebih memperhatikan pembuangan sisa materialnya. Jangan sampai malah dibuang ke drainase, karena dapat menyumbat yang ujungnya saat musim hujan menyebabkan banjir,” ia menambahkan.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarmasin, Matnor Ali mendesak Pemko menjatuhkan sanksi terhadap pengembang nakal yang membuat drainase tersumbat. Hal itu penting agar dapat memberikan efek jera.

“Tindakan tegasnya mulai dari teguran sampai pencabutan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Bahkan kalau perlu suruh juga mereka mengeruk kembali drainase yang sudah mereka buat tersumbat itu, agar tak menimbulkan masalah pada musim hujan nanti,” ujar Matnor.

Ia mendorong Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin lebih serius membenahi beberapa drainase rusak. Sebab, drainase rusak seakan-akan menjadi proyek menahun yang tak kunjung beres. Proyek menahun yang ia maksud berdasarkan nomenklatur yang setiap tahun dianggarkan untuk titik-titik drainase yang sama.

“Contohnya drainase di Jalan Dahlia, itu saya lihat sering diperbaiki, namun hasilnya selalu saja masih sering tergenang. Ini kan tentu boleh dibilang pemborosan,” kata Matnor Ali.

Jurnalis : Diananta P Sumedi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Diananta P Sumedi

Source: CendanaNews

Komentar