RABU, 10 MEI 2017

LAMPUNG --- Nelayan di wilayah pesisir pantai Selat Sunda dan Gunung Rajabasa menyebutkan, Festival Rajabasa V yang digelar di Pantai Serambi Krakatau Desa Kunjir Lampung Selatan diharapkan dapat meningkatkan perekomian nelayan, bukan hanya sebatas acara seremonial.

Sebagian peserta lomba balap jukung dan perahu hias dalam festival Rajabasa V
"Harapan kit,a kemeriahan ini dapat menjadi berkah bagi penyedia ojek perahu atau nelayan yang menggunakan waktu untuk menyewakan perahu bagi wisatawan," terang Roni, nelayan setempat sekaligus peserta di sela sela persiapan lomba perahu hias dalam festival Rajabasa V di pantai Serambi Krakatau Desa Kunjir, Selasa (10/5/2017).

Disebutkan, dua destinasi wisata bahari tersebut diakui Roni menjadi sumber penghasilan bagi nelayan setempat yang "banting stir" menjadi penyedia jasa open trip ke Pulau Mengkudu. Biaya sebesar Rp30 ribu per orang dengan maksimal perahu diisi dengan sebanyak enam orang diakuinya dapat menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan.

Selain itu penyediaan warung warung kuliner ikan dan olahan ikan menjadi sumber mata pencaharian baru bagi warga sekitar terutama kaum wanita yang menyediakan makanan dan minuman bagi para wisatawan yang datang.

"Artinya jika festival Rajabasa ini dari tahun ke tahun diselenggarakan namun hanya seremonial semata tanpa memiliki dampak yang positif bagi masyarakat ya sangat benar jika bupati menyebut tidak diminati banyak orang,"ungkap Roni.

Lebih dari sekedar seremoni dengan menggunakan anggaran yang cukup besar ia menyebut masyarakat pesisir Rajabasa khususnya memerlukan bentuk lain dalam menarik kunjungan wisatawan.

Roni salah satu warga Kecamatan Rajabasa 
Ia menyebutkan, sebagian gubuk gubuk yang disediakan oleh masyarakat untuk menikmati pemandangan ke laut lepas Selat Sunda dan menikmati Gunung Krakatau bahkan sebagian merupakan hasil swadaya masyarakat. Sementara akses jalan ke sejumlah destinasi wisata yang ada di sepanjang jalan lingkar pesisir kondisinya masih jauh dari sempurna. Kendaraan kendaraan besar bahkan sulit untuk melintas karena sempitnya jalan.

"Kami sebagian pemilik perahu wisata rata rata menerima pengunjung dengan menggunakan sepeda motor untuk menuju ke batu lapis dan Pulau Mengkudu karena akses untuk kendaraan besar masih terbatas," terangnya.

Hal yang sama diakui warga lain, Susi, wanita yang memiliki usaha kerajinan keripik. Ia menyebut penjualan hasil makanan tradisional di kawasan wisata di pesisir belum cukup banyak diminati karena sebagian pengunjung wisata merupakan anak anak muda yang sekedar menikmati pemandangan alam tanpa membeli oleh oleh.

"Kita mengharapkan pihak terkait dapat membuatkan semacam los atau toko toko khusus untuk penjualan oleh oleh di sepanjang jalan lingkar pesisir yang saat ini belum ada,"terang Susi.

Meski demikian sebagian warga berharap gelaran Festival Rajabasa V yang pada saat pelaksanaan lomba perahu hias dan lomba balap jukung kurang banyak diikuti peserta bisa menjadi tontonan yang menarik. Selain nelayan lokal peserta lomba perahu hias dan lomba balap jukung sebagian berasal dari Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Timur.

Salah satu perahu hias peserta festival Rajabasa V 
Peserta yang cukup banyak pada lomba balap jukung membuat pelaksanaan dilakukan hingga sore hari. Sebagian warga yang hendak menyaksikan lomba perahu hias dan lomba jukung bahkan harus melihat dari pinggir pinggir tanggul penangkis gelombang dan sekitar rumah warga karena lokasi menonton bisa dilakukan dari berbagai sudut.
Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours