SELASA, 9 MEI 2017

JAKARTA --- Bulan puasa bagi umat Islam akan tiba beberapa pekan lagi. Di akhir bulan puasa Jakarta biasa disibukkan akan padatnya arus mudik warga yang akan pulang ke kampung halamannya.
Terminal Pulogebang dilihat dari pintu masuk parkir motor.
Keberadaan terminal sebagai salah satu sarana penting dalam mudik pun akan menjadi perhatian bagi warga Jakarta yang akan melakukan perjalanan mudik dengan kendaraan bus.

Mendekati momen itu, Terminal Terpadu Pulogebang yang merupakan terminal terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan luas mencapai 14,7 hektar pun terlihat lebih menggeliat.

Jalur bus antar kota antar provinsi (AKAP) memang terbilang masih lengang. Namun, geliat aktivitas mulai tampak saat menginjakkan kaki memasuki pintu masuk di lantai satu. Terlihat, sejumlah pedagang telah mengisi kios yang berukuran 6x5 meter persegi. Aneka barang dagangan pun dijual, mulai tas, sandal, pakaian, sepatu, mainan anak, pulsa, bantal, hingga makanan dan minuman terlihat sudah mulai ramai dijajakan.

Kondisi itu terlihat berbeda dengan saat Terminal Pulogebang diresmikan pada 28 Desember 2016 lalu. Saat itu, 150 kios yang disediakan sepenuhnya kosong. Tidak ada aktivitas perdagangan apa pun di lantai satu.
Bus yang tengah parkir sebelum keberangkatan.
Kini, dengan terisinya kios, meski belum sepenuhnya, menjadi salah satu daya tarik bagi penumpang saat hendak mudik menggunakan moda transportasi bus dari Terminal Pulogebang.

Kepala Unit Pengelola Terminal Terpadu (UPTT) Pulogebang, Ismanto, mengatakan, keselamatan dan keamanan penumpang menjadi prioritas utama. Ia juga mengaku jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan TNI/Polri dan Satpol PP untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik menjelang Lebaran.

“Kami sudah berkoordinasi dengan TNI/ Polri untuk pengamanan saat mudik nanti. Selain itu kami juga sudah mengajak Dinas Kesehatan untuk memperkuat koordinasi dan untuk mengecek kesehatan, tidak hanya penumpang tapi juga pengemudinya. Termasuk Badan Narkotika Kota (BNK) Jakarta Timur juga kami sudah koordinasi untuk membantu tes urine pengemudi,” ujar Ismanto.

Kondisi kesehatan sopir dan kelaikan bus, ujar Ismanto menambahkan, menjadi perhatian ­utama juga untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas yang membahayakan penumpang. Untuk kelaikan bus, pengelola Terminal Pulogebang mengaku telah ber­koordinasi dengan Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Ujung Menteng, Jakarta Timur.

Kini, terminal mewah dan megah yang saat pembangunannya menghabiskan anggaran hingga Rp449 miliar itu telah diisi 116 perusahaan otobus (PO) yang melayani keberangkatan menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mampu Tampung 22.000 PengunjungTerminal Pulogebang dinyatakan siap menampung membludaknya warga yang akan mudik ke kampung halaman saat Lebaran nanti. Dengan seluas itu, Terminal Pulogebang mampu menampung hingga 22.000 pengunjung.
Bus yang akan berangkat ke Jawa Tengah dari Terminal Pulogebang.
Selain itu, ujar Kepala UPTT)Pulogebang, Ismanto, terminal ini memang dibangun untuk membuat nyaman warga yang ingin menggunakan bus sebagai kendaraan transportasi.

“Nantinya di sini akan ada dua pasar swalayan modern atau mall di dalam terminal sisi utara dan sisi selatan. Selain itu akan ada unit toko yang saat ini sedang proses lelang yang diadakan oleh PD Pasar Jaya dan BPKD (Badan Pengelolaan Keuangan Daerah) Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, nanti juga akan ada pos pengamanan yang akan dijaga 24 jam oleh petugas kepolisian dari Polres Metro Jakarta Timur dan Prajurit TNI dari Kodam Jaya,” imbuhnya.

Selain itu, untuk menjaga keamanan pengunjung terminal Pulogebang, nantinya juga akan terpasang kamera pengawas (CCTV) yang akan terhubung dengan monitor yang berada di Kantor Pelaksana Tugas Terminal Pulogebang.

“Nanti akan ada sekurang-kurangnya 46 CCTV yang terpasang. CCTV itu nanti akan dipakai untuk memantau semua yang terjadi di terminal ini. Baik yang terjadi di dalam gedung maupun yang terjadi di luar gedung,” tandasnya.

Sanggup Layani 960 Bus AKAP Setiap Hari
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta sudah mengalihkan bus AKAP yang selama ini beroperasi di Terminal Pulogadung dan Terminal Rawamangun ke Terminal Pulogebang. Dengan itu, kini di Jakarta hanya ada tiga terminal saja yang bisa digunakan oleh bus AKAP, yaitu Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulogebang dan Terminal Kalideres.

Ismanto juga mengatakan, jika Terminal Pulogebang memang dibangun untuk menjadi terminal besar yang bisa menampung banyak penumpang dan banyak bus antar provinsi.

“Dengan kondisi Terminal Pulogebang seperti ini, terminal ini memiliki lahan yang bisa digunakan untuk 68 bus AKAP parkir agar sopir bus AKAP bisa beristirahat terlebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan antar provinsi lagi. Selain itu dengan banyaknya 28 jalur yang sudah selesai dibuat diperkirakan terminal Pulogebang akan mampu melayani kedatangan dan keberangkatan 960 bus AKAP tiap harinya,” ujar Ismanto.

Selain itu, ia juga menambahkan, di Terminal Pulogebang juga memiliki lahan parkir yang cukup luas, bisa menampung 464 mobil dan taksi. “Selain keberadaan lahan parkir kendaraan yang cukup luas, kami juga akan memasang fasilitas penunjang wifi yang bisa digunakan pengunjung untuk mengakses internet,” tambahnya.
Jurnalis: Bayu A. Mandreana / Editor: Satmoko / Foto: Bayu A. Mandreana
Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours