KAMIS, 18 MEI 2017

MATARAM --- Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama (NU), termasuk Ansor Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta bisa menjadi yang terdepan dalam mengawal kebhinekaan dan kebangsaan.
Ketua PW NU NTB, TGH. Ahmad Taqiuddin Mansyur.
"Ansor yang merupakan bagian NU dalam kondisi dan situasi apa pun harus tetap berpegang teguh menegakkan kebhinekaan dan kebangsaan, karena itulah Ansor dibentuk," kata Ketua PW NU NTB, TGH. Ahmad Taqiuddin Mansyur, saat menghadiri rangkaian acara hari ulang tahun ke- 83 GP Ansor di Mataram, Kamis (18/5/2017).

Ia mengatakan,  Ansor termasuk NU sejak lama menjadi bagian penting mengawal NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 45. NU optimis bangsa ini akan terus bergerak dinamis dikawal GP Ansor.

Taqiuddin mengingatkan, gerakan GP Ansor tidak boleh lepas dari umat yang terpilih dalam situasi apa pun, menjunjung tinggi kebenaran, tidak boleh ada basa basi untuk kebenaran, karena itulah jiwa dari Ansor harus amanah yang harus diwujudkan dalam kehidupan berbangsa.

"Ansor harus terus berbuat amar makruf nahi mungkar, sesuai ajaran ahlussunah waljamaah, membela kebenaran dan kebaikan, serta mencegah kemungkaran," katanya.

Lebih lanjut ia menambahkan, GP Ansor tidak boleh tinggal diam untuk kepentingan bangsa, saling tolong menolong, karena itu harus dikembangkan, di dalam berjuang tidak boleh menyerah, melainkan istiqomah terus menerus memperjuangkan kebaikan.
Suasana acara hari ulang tahun ke-83 GP Ansor di Mataram.
Dijelaskan, dari 4,5 juta penduduk Provinsi NTB, 60 persen masyarakatnya merupakan warga NU, hanya saja tidak dikelompokkan atau dipetakan berdasarkan afiliasi politik, karena NU  tersebar di mana-mana dan bagian dari masyarakat.
Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi

Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours