MINGGU, 7 MEI 2017

YOGYAKARTA --- Suasana padukuhan Bendan, Tirtomartani, Kalasan Sleman, tepatnya di sekitar kawasan kompleks Candi Sari, Minggu (07/05/2017) siang nampak begitu ramai. Ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan arak-arakan pawai gunungan yang dibuat warga sekitar untuk dibagikan secara gratis kepada warga. Tak seperti gunungan pada umumnya, gunungan ini terbilang unik karena terbuat dari ribuan ayam goreng, makanan yang menjadi ciri khas Dusun Bendan. 

Gunungan ayam goreng.
Sejak 1960an, Dusun Bendan,Tirtomartani, Kalasan, Sleman, memang dikenal sebagai kawasan sentra penghasil makanan ayam goreng di Yogyakarta. Banyak warga menggeluti bisnis ayam goreng, mulai dari sekedar menerima pesanan katering, membuka warung hingga restoran.  Terdapat sedikitnya 39 warga yang saat ini menjadi pengusaha ayam goreng di dusun ini. 

"Sebagai bentuk rasa sukur kita pada Tuhan, sekaligus juga sebagai ajang promosi secara berkala kita menggelar acara gunungan ayam goreng ini sejak 2013. Tahun 2017 ini gunungan ayam goreng yang kita buat setinggi 4 meter dan terdiri dari 1800 bungkus ayam goreng," ujar kepala dusun Bendan, Sigit Wahyudi seusai acara.

Gunungan ayam goreng itu sendiri dibuat dari sebanyak 250 ekor ayam potong. Seluruhnya merupakan hasil sumbangan para pengusaha ayam goreng maupun warga Dusun Bendan. Selain gunungan utama berupa ayam goreng, juga terdapat sejumlah gunungan lainnya antara lain gunungan lele goreng, gunungan jajan anak, hingga gunungan buku yang ikut diarak dan dibagikan pada warga dan pengunjung.

Sebelum dibagikan kepada warga yang hadir, sejumlah gunungan itu sendiri, diarak terlebih dahulu melewati jalan-jalan desa. Gunungan tersebut dikawal dengan sejumlah prajurit bregada, serta iring-iringa warga dari sejumlah kelompok pengusaha ayam goreng Dusun Bendan, yang berdandan aneka rupa. Gunungan kemudian dibagikan tepat di sisi sebelah Kompleks Candi Sari dengan cara dirayah bersama-sama.

Tak hanya dihadiri warga sekitar Dusun Bendan, acara ini ternyata juga mampu menarik minat warga luar desa, bahkan luar daerah untuk datang dan menyaksikan. Termasuk juga sejumlah turis asing yang kebetulan sedang berkunjung ke Kompleks Candi Sari di Dusun Bendan. Mereka nampak antusias mengikuti bahkan ikut memperebutkan gunungan ayam goreng itu.

"Sejak adanya acara gunungan ayam goreng ini, penjualan ayam goreng di dusun Bendan ini terbukti meningkat hingga 3 kali lipat. Karena itu, kita selalu berusaha secara rutin menggelar acara ini setiap tahunnya. Harapannya tentu saja agar Dusun Bendan ini semakin dikenal luas. Sehingga dapat semakin memajukan usaha penjualan ayam goreng milik warga," katanya.

Sementara itu Camat Kalasan, Tina Hastati, mengaku mendukung penuh upaya yang dilakukan warga Dusun Bendan untuk mempromosikan dusunnya dengan menggelar acara gunungan ayam goreng.

Ia berharap acara ini dapat menggugah semangat para warga pengusaha ayam goreng untuk terus mengembangkan usahanya. Yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Semoga acara seperti ini bisa digelar secara rutin setiap tahun. Sehingga bisa membawa berkah bagi seluruh masyarakat secara luas, khususnya warga masyarakat di Dusun Bendan," katanya.

Dukuh Bendan Sigit Wahyudi.
 Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Jatmika H Kusmargana
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours