Harga Gula Pasir Naik 20 Persen, Disperindag Sumbar: Ini Melanggar MoU Kemendag

65

SENIN, 15 MEI 2017

PADANG — Pemilik warung kalontong, yang tengah membungkus gula pasir, Mela mengatakan, terakhir membeli pada tiga bulan yang lalu, harga gula per karungnya hanya Rp500 ribu dengan berat 50 kilogram. Namun, setelah dirinya membeli gula kemarin malam, harga gula per karungnya itu naik menjadi Rp650 ribu dengan berat yang sama yakni 50 kilogram.

Gula pasir tengah diisi ke dalam plastik untuk dijual enceran

“Tadinya saya kaget, yang biasanya hanya Rp500 ribu per karungnya, tiba-tiba menjadi harga Rp650 ribu. Awalnya saya protes, tapi dari toko menyebutkan kenaikan harga gula pasir itu karena mau Ramahan,” katanya.

Mela menyampaikan, setelah adanya penjelasan dari pemilik toko ditempat ia membeli gula itu, dengan rasa kerelaan hati, ia pun tetap membeli gula pasir dengan harga Rp650 ribu per karungnya. Mengingat naiknya harga gula, Mela pun mau tak mau harus menjual gula enceran dengan harga baru dan naik dibandingkan sebelumnya.

Biasanya, ketika harga gula pasir Rp500 ribu perkarung, Mela menjual gula pasir enceran per kilogramnya Rp13.000. Sekarang dengan harga Rp650 ribu, ia harus menaikan harga gula menjadi Rp14.500 per kilogramnya.

Kenaikan harga gula pasir yang mencapai 20 persen, dinilai Dinas Perindustrian dan Perdangan Sumatera Barat, telah melanggar MoU antara Kementerian Perdagangan dengan distributor pada bulan lalu.

Kadisperindag Sumbar Asben (kiri) bersama Wagub Sumbar Nasrul Abit, Kemendag, saat meninjau harga gula pasir di Plaza Andalas beberapa waktu lalu [Ist]

Kepala Disperindag Sumbar, Asben Hendri mengatakan, dalam MoU tersebut, Kemendag menyebutkan bahwa khusus harga gula pasir hanya Rp12.500 per kilogramnya. Jika benar ada daerah yang menaikan harga gula pasir, maka distributor terkait telah melanggar kesepakatan yang dilakukan melalui MoU tersebut.

“Untuk memastikan harga gula pasir itu, saya akan berkoordinasi dengan Disperindag di daerah,” ujarnya, Senin (15/5/2017).

Ia menjelaskan, tujuan Kemendag melakukan penyemarataan harga gula pasir disetiap daerah, agar harga gula pasir itu bisa dikendalikan, dan konsumen bisa menikmati gula pasir dengan harga yang sama terutama di pasar ritel modren.

Asben mengakui heran dengan situasi momen menjelang Ramadan yang sering terjadi kenaikan harga-harga barang, yang dimainkan oleh para pedagang. Untuk itu ia berharap, para pedagang tidak menaikan harga barang-barang dengan alasan mau Ramadan.

“Jika mau menaikan harga-harga barang untuk mencari untung merupakan hal yang wajar dilakukan oleh pedagang, akan tetapi harga barang yang dinaikan janganlah sesuka hati karena alasan mau Ramadhan,” tegasnya.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto: Muhammad Noli Hendra

Source: CendanaNews

Komentar