Harga Telur Naik Harga Daging Sapi Masih Stabil di Pasar Tradisional

0
22

MINGGU, 14 MEI 2017
LAMPUNG — Sejumlah harga bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lampung Selatan mulai bergerak naik. Salah satu kebutuhan pokok yang mulai melonjak adalah telur ayam negeri, kenaikannya  mulai dari Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram dari harga normal.

Stok telur pedagang tradisional Desa Sripendowo Kecamatan Ketapang.

Sejumlah pedagang pengecer di pasar tradisional Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan mengaku mulai mengalami kenaikan harga sejak telur diambil dari para distributor. Sementara distributor beralasan kenaikan sudah terjadi dari para peternak ayam petelur.

Santi,salah seorang pedagang telur di pasar tradisional Desa Sripendowo mengungkapkan saat ini harga telur dijual dengan kisaran harga Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram ditingkat pengecer. Padahal ia menyebut satu pekan sebelumnya masih menjual telur ayam negeri dengan harga Rp19.000 per kilogram.

Sebagian pedagang menduga kenaikan harga telur tersebut terjadi akibat minimnya pasokan di pasar lokal akibat sebagian peternak lebih memilih mengirim telur ke luar daerah. Sementara itu faktor semakin dekatnya bulan suci Ramadan bagi umat Islam membuat permintaan meningkat.

“Kenaikan harga telur memang sudah kami alami sejak dari distributor sehingga kami ikut menaikkan harga agar bisa mengembalikan modal, harapan kami harga tetap stabil karena kalau terlalu mahal takutnya justru tidak terjual,” ungkap Santi saat ditemui Cendana News, Minggu (14/5/2017).

Meski harga telur diprediksi justru akan naik mendekati bulan suci Ramadan, Santi dan sejumlah pedagang berharap stok telur dan kebutuhan pokok lainnya bisa dipenuhi oleh para distributor.

Aktivitas penjual sayuran di pasar tradisional.

Santi menyebut kebutuhan telur di pasar tradisional Sripendowo diperoleh dari distributor yang ada di wilayah tersebut dengan pasokan telur diambil dari peternak di Kecamatan Natar dan Tanjungbintang bahkan sebagian memasok dari wilayah Provinsi Sumatera Utara. Ia berharap stok telur di pasaran aman hingga lebaran mendatang.

Selain telur ia menyebut kebutuhan pokok yang saat ini mulai merangkak naik diantaranya bawang merah yang biasa dijual Rp25.000 perkilogram mulai bergerak naik dengan harga Rp26.000.

Sementara bawang putih semula Rp48.000 per kilogram mulai bergerak naik menjadi Rp50.000 per kilogram. Selain bawang merah dan bawang putih harga kebutuhan sayur mayur masih dijual dengan harga normal oleh para pedagang di antaranya cabai merah besar Rp25.000 per kilogram, cabai rawit dijual dengan harga Rp40.000 per kilogram, kentang Rp15.000 per kilogram, dan wortel Rp8.000 per kilogram.

Kebutuhan pokok di pasar tradisional yang menjadi kebutuhan masyarakat dari pantauan Cendana News masih relatif normal jelang Ramadan salah satunya kebutuhan daging sapi. Salah seorang pedagang daging sapi, Anwar,mengungkapkan dalam dua pekan terakhir harga daging sapi dijual dalam kisaran harga Rp95 ribu hingga Rp105 ribu per kilogram.

Salah satu faktor harga yang masih stabil diakuinya akibat permintaan dan daya beli masyarakat yang masih rendah. Ia menyebut kebutuhan akan daging sapi masih didominasi untuk kebutuhan warung makan dan restoran.

“Selama saya jualan biasanya kenaikan akan terjadi pada pekan pertama bulan Ramadhan karena permintaan akan daging mulai naik dan untungnya stok ternak sapi juga mencukupi di wilayah ini,”ungkap Anwar.

Salah satu pembeli kebutuhan pokok di pasar tradisional Desa Sripendowo, Nanda, mengakui dengan adanya kenaikan harga di sejumlah kebutuhan pokok ia berharap pemerintah setempat melakukan operasi pasar murah.

Beberapa kebutuhan yang mulai merangkak naik tersebut diakuinya bisa memberatkan bagi kaum ibu rumah tangga khususnya yang akan memenuhi kebutuhan menjelang dan selama Ramadan.

Hingga saat ini ia mendengar adanya informasi pasar murah meski belum mengetahui tempat dan waktu pelaksanaan yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Pedagang Daging Sapi di pasar tradisional.

 Jurnalis: Henk Widi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi

Source: CendanaNews

Komentar