SELASA, 16 MEI 2017
 
MAUMERE --- Kasus gantung diri di Kabupaten Sikka kembali terjadi setelah bulan April 2017 terdapat 2 kasus gantung diri dengan korban pelajar SMK dan lelaki muda yang sudah beristeri, kali ini korbannya seorang ibu rumah tangga.
Tim identifikasi Polres Sikka sedang melakukan identifikasi terkait kematian korban.
Kasus gantung diri ini terjadi di Dusun Tada, Desa Lela, Kecamatan Sikka, Kabupaten Sikka. Korban bernama Avelina Aleksa (51) ibu rumah tangga ditemukan meninggal di dalam kamarnya, Selasa (16/5/2017) sekitar pukul 15.00 WITA.

Kapolres Sikka, AKBP I Made Kusuma Jaya, SIK, SH melalui Kasubag Humas Polres Sikka, Iptu Margono kepada Cendana News, Selasa (16/5/2017) sore mengatakan, tetangga korban bernama Agustina Fatianty da Brince (36) merasa ada kejanggalan karena korban sejak pagi tidak kelihatan.

Selain itu, kata Margono, pintu dan jendela rumah korban dalam keadaan tertutup sehingga pada pukul 14.45 WITA, Agustina mengajak Yani, suaminya, untuk bersama-sama mengecek korban.

“Awalnya, saksi bersama suaminya mencari korban ke tetangga di sekitar rumah korban. Namun para tetangga tdak mengetahui keberadaan korban sehingga keduanya mencoba membuka pintu rumah korban, namun semua pintu dan jendela dalam keadaan terkunci,” terangnya.

Agustina, lanjut Margono, meminta suaminya untuk mencari kunci yang kemungkinan tergantung di bagian dalam pintu dan akhirnya saksi bersama suaminya menemukan kunci tersebut masih tergantung di bagian dalam pintu depan dan berusaha  membuka pintu tersebut.

“Selanjutnya, saksi berusaha mencari korban dengan memanggil korban. Namun pintu kamar korban dalam keadaan terkunci sehingga saksi berusaha untuk naik ke atas lemari yang terletak di depan kamar korban dan melihat ke dalam kamar korban,” bebernya.

Agustina bersama suaminya, ungkap Margono, menemukan korban dalam keadaan tergantung di dalam kamar miliknya sehingga  memanggil Maria Stince (60) yang juga bertetangga dengan korban untuk datang melihat dan memastikan peristiwa tersebut.

“Maria pun datang dan melihat keadaan korban tersebut serta memastikan bahwa benar korban telah gantung diri lalu meminta warga sekitar melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lela,” paparnya.

Kanit Identifikasi Polres Sikka, Bripka David Jeradu menjelaskan, korban tinggal sendiri di rumah tersebut dan gantung diri di dalam kamar dengan menggunakan tali plastik yang diikatkan pada leher yang disambung dengan tali nilon yang diikatkan pada bambu yang berada di atas kamar korban.

Di dalam kamar korban, sebut David, ditemukan selembar surat yang berisi pesan-pesan untuk keluarganya. Isi dari surat tersebut adalah permohonan maaf dari korban terhadap keluarga, karena korban tidak berpamitan dengan keluaga terlebih dahulu.

“Pihak keluarga dan saudara kandung dari korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi,” tuturnya.

Jenazah korban, kata David, telah dilakukan VER oleh dokter Ica Parera dari RS Sta Elisabeth Lela dan belum diketahui pasti, apa latar belakang yang menyebabkan korban nekad menghabisi nyawanya sendiri.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary




Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours