Ini Wajah Teras Ujung Timur RI dan PNG

0
21

KAMIS, 4 MEI 2017

JAYAPURA — Inilah wajah teras Negara Republik Indonesia (RI) dan Papua New Guinea (PNG). Media  ini akan mengajak melihat-lihat perbatasan Skouw-Wutung, RI-PNG, tepatnya di Disrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Dua WNI berpose di area netral Negara RI-PNG

Dari pantauan langsung, keluar masuknya pelintas batas, pengunjung maupun wisatawan dari Indonesia di areal tersebut wajib melalui satu pintu, yakni Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Dari arah Kota Jayapura, jika hendak ke Negara PNG, pada cek poin pertama pengunjung harus melaporkan tujuan kedatangannya di pos militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), sebagai wisatawan lokal atau asing, atau mempunyai tujuan ke Negara PNG sebagai tamu, pekerja atau lainnya dengan syarat membawa surat-surat yang telah ditentukan.

Bila hanya sebagai pengunjung maupun wisatawan, kartu identitas wajib dititipkan di Pos TNI AD, tersebut. Setelah diizinkan, pengunjung masih harus menuju Gedung PLBN, dan petugas imigrasi, bea cukai akan memeriksa barang bawaan serta surat-surat yang diperlukan, seperti kartu pas lintas batas ataupun passport.

Aktivitas di bibir perbatasan RI-PNG

Terdapat dua pintu pelintas PLBN Terpadu Skouw, yakni Pintu Lintas Tradisional dan Umum. Bagi warga tradisional perbatasan di Indonesia maupun PNG, akan diarahkan melalui Pintu Lintas Tradisional, dan bagi pengunjung wisatawan akan diarahkan melewati lorong bagian umum.

Ketika Cendana News berkunjung, tampak adanya aktivitas bongkar muat di titik netral kedua negara. Warga PNG yang telah berbelanja di Pasar Skouw, Indonesia, memindahkan barang belanjaannya ke sebuah truk, sekitar 4-6 WNA ini melakukan bongkar muat barang.

Sepintas terlihat juga seorang warga PNG mendorong gerobak untuk mengangkut barang belanjaan kecil dari pintu gerbang Negara Indonesia. Aktivitas ini diawasi langsung oleh penjaga keamanan perbatasan, TNI dan POLRI, dan juga petugas security dari PT Angkasa Pura selaku pengelola PLBN Terpadu Skouw.

Melirik ke arah kiri, terdapat sebuah menara suar tinggi berlantai delapan. Dari ketinggiannya, tampak wajah teras RI yang megah, juga indahnya pemandangan Pantai Wutung, Negara PNG juga pos lintas batas milik PNG yang nampak berwarna putih dari ketinggian.

Menara Suar Perbatasan RI-PNG, Dirjen Perhubungan Laut, Distrik Navigasi Jayapura

 Wajah teras Indonesia ini, dari catatan pengunjung yang ada di pos militer TNI AD, terdapat 300-500 pengunjung dan pelintas batas setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat. Sementara saat hari Pasar Skouw yang dibuka setiap Selasa, Kamis dan Sabtu, pengunjung dan pelintas batas dapat mencapai 1.500-an orang.

Berbeda lagi di saat hari-hari libur, seperti pada hari Minggu dan hari libur nasional lainnya. Pengunjung maupun wisatawan lokal maupun asing, sehari dapat mencapai lebih dari 1.600 orang. Dengan akses yang mudah, pemandangan di PLBN Terpadu Skouw yang indah, ditambah dengan pernak-pernik PNG yang dijual di areal batas Negara PNG, menjadi magnet wisawatan dari Indonesia.

Sayang, di negara tetangga itu akan ada permintaan uang dari warga tradisional yang tinggal di tepi batas, saat pengunjung hendak memotret pemandangan di sana, dan tak dibolehkan membawa kamera profesional, video maupun foto, kecuali telah mendapatkan izin khusus dari petugas di PNG.

Titik Nol antara Negara RI dan PNG

“Kalau untuk biaya, itu mungkin bukan resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah PNG, tetapi itu mungkin masyarakat yang punya tempat di sana, dan mungkin mereka di sana merasa spot wisata bagus, nanti kami akan bicarakan seperti apa, agar sama-sama jalan dengan baik,” kata Kepala BPKLN Provinsi Papua, Suzana Wanggai, Kamis (4/5/2017).

Begitupun sebaliknya, wisatawan maupun pengunjung dari Negara PNG, saat mengunjungi wilayah perbatasan Indonesia, memanfaatkan Pasar Skouw yang memiliki banyak pilihan untuk memborong produk-produk Indonesia dan dijual kembali ke negara mereka, maupun digunakan secara pribadi. Secara umum, tak ada pungutan sama sekali saat warga PNG berkunjung di Pasar Skouw ataupun di areal Indonesia.

Pos Lintas Batas milik Negara PNG

“Mungkin ada hal-hal yang kecil, masyarakat temukan di lapangan, saya rasa itu biasa dan mungkin perlu dilaporkan, sehingga kita bisa benahi lagi. Namanya juga pelayanan ini bukkan hanya satu unsur saja, tetapi semua unsur. Jadi, mari kita terbuka dan sampaikan, agar apa  yang bisa kami benahi, maka waktu berjalan semakin baik,” ucap Kepala BPKLN Provinsi Papua itu.

Direncanakan, pada 9 Mei, mendatang, Presiden RI, Joko Widodo akan meresmikan PLBN Terpadu Skouw dengan tujuan meningkatkan perekonomian di wilayah perbatasan, juga sebagai satu bukti bangsa Indonesia yang besar dengan ciri khas Bhineka Tunggal Ika diperlihatkan pada halaman utama ujung timur ini.

Aktifitas bongkar muat warga PNG di area netral RI-PNG 

Jika anda wisawatan domestik Kota Jayapura yang hendak ke spot wisata terbaru di perbatasan RI-PNG, dapat menggunakan transportasi jalur darat  dengan sepeda motor maupun mobil, dengan jarak tempuh sekitar 25-an kilometer dan waktu yang terkuras kurang lebih dua jam, bila tak macet di antara Abepura, Tanah Hitam, Abe Pantai, Nafri hingga Koya Barat sekitarnya.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Indrayadi T Hatta

Source: CendanaNews

Komentar