RABU, 17 MEI 2017

SLAWI --- Dalam rangka meningkatkan kualitas mutu dan kesehatan pangan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal menggelar Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) bagi industri rumah tangga pada Rabu (17/5/2017) bertempat di ruang rapat Dinas Kesehatan.
dr. Isriyati menyampaikan materi soal kesehatan pangan.
Acara yang dihadiri puluhan pelaku industri kecil menengah ini sengaja dilakukan dengan maksud untuk meningkatkan kualitas produk dan menjamin keamanan produk yang dibangun.

“Kami sama sekali tidak ada maksud untuk mempersulit para pelaku usaha dengan berbagai perijinan, tapi syarat yang harus dipenuhi untuk sebuah makanan layak konsumsi adalah minimal sudah mempunyai sertifikat PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) yang telah melalui uji laboratorium Dinas Kesehatan,” kata dr. Isriyati selaku kepala bidang kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal.

dr. Isriyati mengatakan, bahwa makanan yang diproduksi oleh pelaku industri rumah tangga (IKM) tidak cukup enak rasanya saja, tapi juga harus memenuhi standar keamanan dan kesehatan pangan. Karena dalam makanan ada penyakit bawaan makanan yaitu penyakit yang diakibatkan oleh makanan yang tidak sehat baik berupa penyakit infeksi maupun diakibatkan oleh bahan kimia berbahaya, baik sengaja ditambahkan ataupun tidak sengaja ditambahkan.

Karena beberapa waktu lalu, ujarnya, pernah menangani masyarakat yang keracunan makanan. Hampir seratus orang mengalami mual dan muntah-muntah. Kemudian ia dan tim medis turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan, setelah mengambil sisa makanan untuk diteliti ditemukan jenis zat pestisida tertentu dalam makanan tersebut.

“Pernah saya menangani kasus keracunan makanan, hampir serratus orang mengalami mual dan muntah-muntah. Ternyata setelah kami lakukan penyelidikan dan uji lab dari sisa makanan, kami mendapati zat kimia jenis pestisida tertentu. Setelah kami lakukan pengecekan lebih dalam, ternyata zat tersebut tidak sengaja dicampurkan karena minyak yang dibeli untuk menggoreng makanan tersebut pernah dipakai untuk bungkus pestisida,” kata Isriyati.

Upaya untuk melakukan tindak pencegahan terhadap peristiwa serupa, pihaknya melakukan sosialisasi terhadap masyarakat umumnya dan para pengusaha khususnya agar selalu menjaga kualitas kesehatan dan keamanan produk.

Dia juga menambakan bahwa ada beberapa jenis infeksi makanan yang harus diketahui antara lain food infection yaitu penyakit bawaan karena virus seperti hepatitis A, gastro enteritis karena virus. Kemudian penyakit bawaan makanan karena bakteri seperti demam tifus, kolera, dan disentri bakteri. Keracunan makanan yang bukan karena mikro organisme seperti berasal dari tumbuh-tumbuhan, makanan laut, dan zat kimia, seperti keripik gadung.

Khusus untuk jenis tumbuhan gadung cara memasaknya harus direndam terlebih dahulu untuk mengeluarkan racun, tapi jika tidak maka akan mengakibatkan keracunan seperti pusing dan muntah-muntah.

Selamet, Ketua Paguyuban mempersilakan pihak Dinkes mencicipi produk UKM.
Setelah mengetahui berbagai jenis penyakit yang ada dalam makanan, pihaknya berharap produsen makanan di Kabupaten Tegal akan mulai menjaga kebersihan, kesehatan dan keamanan produk.

“Setiap kali mengolah makanan, kami berharap produsen tetap menjaga kebersihan tempat, kebersihan alat masak, keamanan bahan makanan, dan juga kebersihan pada proses pengolahan sampai penyajian dalam kemasan. Yang perlu diingat adalah sering-sering mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir, karena dengan mecuci tangan bisa mengurangi 80% bakteri yang ada di tangan,” tutup Isriyati.
Jurnalis: Adi Purwanto / Editor: Satmoko / Foto: Adi Purwanto

Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours